When a wanderer fall in love,
Nothing else seem matters anymore,
His life is bound to Celeste,
A gypsy turn lover.
Many nights had gone,
Plain field turns yellow,
The wanderer know what had to be done,
Stop his journey to the west forever more.
Me forget his purpose,
Yet destiny will not tolerate,
Death arrive in Celeste's village without Remorse,
He claims each soul with a hundred blades.
The wanderer came from the darkness,
Flames engulf his vision,
In his heart only Celeste,
Yet he was too late and only came to see oblivion.
He howls Celeste's name,
The darkest night turn into a bloody bath,
The wanderer was left with vengeance,
Just so he may seek retribution and fulfill his oath.
Friday, 24 December 2010
Friday, 17 December 2010
Pengorbanan seorang isteri
Engkau menahan,
Segala derita,
Engkau menelan,
Segala cubaan yang melanda,
Hidupmu menjadi taruhan,
Sekadar untuk melahirkan satu nyawa,
Degup jantung bagai gelora lautan,
Sungguh aku tiada berdaya,
Aku seorang lelaki,
Tapi aku tidak sekuat dirimu,
Kasih sayang yang kau beri,
Tiada ternilai dengan jasamu,
Engkaulah isteri,
Engkaulah ibu,
Nyawa yang engkau kandungi,
Adalah bibit cinta murni dari kau dan aku.
Tak dapat ku bayangkan,
Keikhlasan yang ada pada cinta,
Membawa makna dan pengorbanan,
Melahirkan cahaya mata,
Aku bersyukur pada Tuhan,
Kerana menerangi hidup kami dengan cahaya,
Aku terpegun melihat ciptaan Tuhan,
Yang lahirnya dari seorang wanita.
Segala derita,
Engkau menelan,
Segala cubaan yang melanda,
Hidupmu menjadi taruhan,
Sekadar untuk melahirkan satu nyawa,
Degup jantung bagai gelora lautan,
Sungguh aku tiada berdaya,
Aku seorang lelaki,
Tapi aku tidak sekuat dirimu,
Kasih sayang yang kau beri,
Tiada ternilai dengan jasamu,
Engkaulah isteri,
Engkaulah ibu,
Nyawa yang engkau kandungi,
Adalah bibit cinta murni dari kau dan aku.
Tak dapat ku bayangkan,
Keikhlasan yang ada pada cinta,
Membawa makna dan pengorbanan,
Melahirkan cahaya mata,
Aku bersyukur pada Tuhan,
Kerana menerangi hidup kami dengan cahaya,
Aku terpegun melihat ciptaan Tuhan,
Yang lahirnya dari seorang wanita.
Friday, 10 December 2010
Kado buat kekasih
Di bawah rimbunan pohon,
Aku menanti cinta,
Ku bawakan kado buatmu,
Dengan harapan,
Engkau hadir bersama satu rasa,
Rindu buatku.
Resah gelisah mula menyelimuti,
Mataku melirik ke kiri dan kanan,
Di manakah cinta yang ku tunggu?
Ku berharap engkau tiada lupa dengan janji,
Namun hari yang indah bertukar menjadi satu dugaan,
Adakah engkau lupa akan janjimu?
Mentari kian menghilang,
Bayanganmu tiada ku lihat,
Ku tingalkan kado berisikan cinta,
Dengan hati yang gersang,
Hari ini cuma ada kenangan pahit,
Semoga esok hidup akan lebih bermakna.
Aku menanti cinta,
Ku bawakan kado buatmu,
Dengan harapan,
Engkau hadir bersama satu rasa,
Rindu buatku.
Resah gelisah mula menyelimuti,
Mataku melirik ke kiri dan kanan,
Di manakah cinta yang ku tunggu?
Ku berharap engkau tiada lupa dengan janji,
Namun hari yang indah bertukar menjadi satu dugaan,
Adakah engkau lupa akan janjimu?
Mentari kian menghilang,
Bayanganmu tiada ku lihat,
Ku tingalkan kado berisikan cinta,
Dengan hati yang gersang,
Hari ini cuma ada kenangan pahit,
Semoga esok hidup akan lebih bermakna.
Wednesday, 8 December 2010
Man of her
What a bless,
In silence I fall for you,
What a bless,
I manage to get you through.
I surrender into your arms,
With tears gone cold and dry,
Praying to keep you away from harms,
Yet I fail to try.
Your voice echoed into my ear,
Your hands held tightly onto my shoulders,
You begged for love to hold forever,
Just how am I going to do it if life is full of liars?
I raise my head towards the sky,
Close these eyes of mine,
Wishing this is just another dream passing by,
And that I wake up in a right place and time.
When my life is at stake,
The only thing matters is you,
I am a man born with mistakes,
And that I am thrown into this world to be with you.
In silence I fall for you,
What a bless,
I manage to get you through.
I surrender into your arms,
With tears gone cold and dry,
Praying to keep you away from harms,
Yet I fail to try.
Your voice echoed into my ear,
Your hands held tightly onto my shoulders,
You begged for love to hold forever,
Just how am I going to do it if life is full of liars?
I raise my head towards the sky,
Close these eyes of mine,
Wishing this is just another dream passing by,
And that I wake up in a right place and time.
When my life is at stake,
The only thing matters is you,
I am a man born with mistakes,
And that I am thrown into this world to be with you.
Tuesday, 7 December 2010
Mengharap kasih di kuala
Aku mendayung resah,
Bersama kegelapan malam,
Menuju ke lembah sakinah,
Meredah gelora kasih tersulam.
Dewi juwitaku,
Dakaplah cinta ini,
Genggamlah dengan erat cintaku,
Melambailah wangian kasturi.
Dimalam yang dingin,
Aku perlu kehangatanmu,
Namun kau jauh dari pandangan,
Hanya yang ada cuma bayangan wajahmu.
Kelak subuh memecah kegelapan,
Bayu bertiup sehalus sutera,
Kasihku belum kesampaian,
Walau diriku hadir di kuala.
Aku pulang dari mencari rezeki,
Agar dapat meneruskan hidup,
Bersamamu wahai dewi,
Agar mentari muncul dibalik awan nan redup.
Khabarkan pada cahaya mata,
Aku pulang membawa rezeki,
Khabarkan pada cinta,
Bersyukurlah kepada Illahi.
Bersama kegelapan malam,
Menuju ke lembah sakinah,
Meredah gelora kasih tersulam.
Dewi juwitaku,
Dakaplah cinta ini,
Genggamlah dengan erat cintaku,
Melambailah wangian kasturi.
Dimalam yang dingin,
Aku perlu kehangatanmu,
Namun kau jauh dari pandangan,
Hanya yang ada cuma bayangan wajahmu.
Kelak subuh memecah kegelapan,
Bayu bertiup sehalus sutera,
Kasihku belum kesampaian,
Walau diriku hadir di kuala.
Aku pulang dari mencari rezeki,
Agar dapat meneruskan hidup,
Bersamamu wahai dewi,
Agar mentari muncul dibalik awan nan redup.
Khabarkan pada cahaya mata,
Aku pulang membawa rezeki,
Khabarkan pada cinta,
Bersyukurlah kepada Illahi.
Monday, 6 December 2010
Dulu dan sekarang
dulu sebelum kawin kata 'ME' dan 'YOU' kalau tak jumpa satu hari rasa dunia tak bermakna tanpa si dia. kalaulah boleh ingin berjumpa selalu dan keluar jalan-jalan setiap hari dan malam. orang di belakang kita berkata "EH ANAK SI FULAN ATU...POT...PET...POT...PET...BLAH ATULAH BLAH ANILAH" langsung tak di hiraukan cuma keluarga saja yang merasanya. Orang tua sudah melarang tapi enggan dituruti, si laki menjawap kepada keluarganya 'BUKAN BAPA AMA MAMA YANG KAN KAWIN'....tetapi setelah sekian lama sudah berkeluarga dan ada anak satu, perkataan 'ME' dan 'YOU' sudah bertukar menjadi 'KAU' dan 'AKU'. apabila balik dari kerja dan sampai saja di rumah, diri merasa bosan kerana asyik melihat wajah yang sama tambahan pula karenah anak yang berbagai-bagai. terasa diri mahu keluar dari rumah dan berada jauh dari pasangan. Kalau yang isteri mahu mengajak si suami untuk berjalan dan bersiar-siar, si suami berkata 'NGALIH KU EH,ESUK-ESUK TAH MACAM NADA ARI LAIN SAJA KAU ANI'. dulu masa baru-baru kawin tidur di ranjang sambil bertentang muka tapi sekarang tidur pun saling berpaling antara satu sama lain..............inilah hakikat hidup...aku tidak mengerti akannya....semoga kita tidak tergolong dalam pasangan yang telah diceritakan ini. berdoalah agar segala yang kita buat dirahmati ALLAH dan di restuiNya. walaupun aku mengerti bukan semua diantara kita ini melaksanakan sembayang 5 waktu tetapi sekurang-kurangnya kita ada melakukannya dan tetaplah bersyukur kepadaNya...namun segala-galanya mengambil masa ianya hanya tertakluk kepada individu tersebut.
.
.
Wednesday, 1 December 2010
Stay with me
The wind directs you to me,
After all these years,
I long for your smile,
The scent of your hair.
Never I dream of this day,
Where our eyes stare at each other,
How I'm not use of you being away,
Now that you are here.
I wish that we will never again be apart,
Because its me who suffer,
And that you bring along my heart,
For the day we are once again brought together.
Stay with me,
So we may share the view of the ocean,
I wont let love be,
But I want to fall in love with you again.
After all these years,
I long for your smile,
The scent of your hair.
Never I dream of this day,
Where our eyes stare at each other,
How I'm not use of you being away,
Now that you are here.
I wish that we will never again be apart,
Because its me who suffer,
And that you bring along my heart,
For the day we are once again brought together.
Stay with me,
So we may share the view of the ocean,
I wont let love be,
But I want to fall in love with you again.
Sunday, 28 November 2010
Jejaka biru
Jejaka biru segak dan tegap,
Menjalankan amanah demi negara dan agama,
Berkorban masa dan nyawa,
Walau adakalanya terlelap,
Walau adakalanya dihina,
Itu semua adalah adat kita bersama.
Sebelum fajar melangkah,
Jejaka biru sudah berangkat,
Mengucup isteri dan anak,
Mendirikan solat berjemaah,
Tiang agama dilaksanakan berkat,
Berdoa kepada-Nya agar bala becana ditolak.
Jejaka biru pergi dan datang,
Singgah ke kedai santi,
Hati tenang melihat seyumanya,
Cuma itu hiburan hati jejaka biru yang bujang,
Asal menjalankan tugas tidak leka dan lalai,
Insyallah semuanya akan selamat sejahtera.
Menjalankan amanah demi negara dan agama,
Berkorban masa dan nyawa,
Walau adakalanya terlelap,
Walau adakalanya dihina,
Itu semua adalah adat kita bersama.
Sebelum fajar melangkah,
Jejaka biru sudah berangkat,
Mengucup isteri dan anak,
Mendirikan solat berjemaah,
Tiang agama dilaksanakan berkat,
Berdoa kepada-Nya agar bala becana ditolak.
Jejaka biru pergi dan datang,
Singgah ke kedai santi,
Hati tenang melihat seyumanya,
Cuma itu hiburan hati jejaka biru yang bujang,
Asal menjalankan tugas tidak leka dan lalai,
Insyallah semuanya akan selamat sejahtera.
Friday, 26 November 2010
Debu dan pasir
Di persisiran pantai,
Di bawah heningnya matahari,
Aku mengorak langkah,
Mencari secebis hati nan permai,
Namun ia tiada di sini,
Yang ada Cuma hati yang kian merekah.
Masihkah ada hari esok,
Untuku menyambut cinta,
Membelai bayangan wajahmu,
Tapi kenapa hati kian sebak,
Walau engkau berada jauh di samudera,
Hatiku tidak sanggup berjauhan darimu.
Air mata tidak akan membawamu kembali,
Cuma hati dan kesetian saja yang hadir,
Walau hakikatnya aku bersedih,
Tetap saja akan aku rindui,
Aku bertemankan debu dan pasir,
Ianya bersamaku demi mencurahkan rindu dan kasih
.
Di bawah heningnya matahari,
Aku mengorak langkah,
Mencari secebis hati nan permai,
Namun ia tiada di sini,
Yang ada Cuma hati yang kian merekah.
Masihkah ada hari esok,
Untuku menyambut cinta,
Membelai bayangan wajahmu,
Tapi kenapa hati kian sebak,
Walau engkau berada jauh di samudera,
Hatiku tidak sanggup berjauhan darimu.
Air mata tidak akan membawamu kembali,
Cuma hati dan kesetian saja yang hadir,
Walau hakikatnya aku bersedih,
Tetap saja akan aku rindui,
Aku bertemankan debu dan pasir,
Ianya bersamaku demi mencurahkan rindu dan kasih
.
Thursday, 25 November 2010
Uncertain path
To live is to be able to sacrifice,
We hold our love ones close,
Yet our enemy is closer,
We tend to forget how to see with these eyes,
We took so much time and space,
But heaven is still too far.
Once a pure heart,
Now corrupted by deception,
Politics has change its game plan,
No more respect toward religion,
We were taught to look for fame and fortune,
Countless time we wasted out life with enough sin.
Blame it all to the west
Where in truth it’s us,
To choose what to believe in,
We are so obsessed,
And soon some would turn faithless,
Without knowing what went wrong in this world within.
The world is like an advertising space,
No more boundaries,
No limit,
But how long can a man’s faith embrace?
Just pray that we are not one of those lassies,
And that life has no shortcut.
***this poem is written to tell us that the world is slowly changing. we are control by media and politics. we are unaware of what is happening underneath this world stage.***
We hold our love ones close,
Yet our enemy is closer,
We tend to forget how to see with these eyes,
We took so much time and space,
But heaven is still too far.
Once a pure heart,
Now corrupted by deception,
Politics has change its game plan,
No more respect toward religion,
We were taught to look for fame and fortune,
Countless time we wasted out life with enough sin.
Blame it all to the west
Where in truth it’s us,
To choose what to believe in,
We are so obsessed,
And soon some would turn faithless,
Without knowing what went wrong in this world within.
The world is like an advertising space,
No more boundaries,
No limit,
But how long can a man’s faith embrace?
Just pray that we are not one of those lassies,
And that life has no shortcut.
***this poem is written to tell us that the world is slowly changing. we are control by media and politics. we are unaware of what is happening underneath this world stage.***
Friday, 12 November 2010
Life of Homeless War Veterans
BEING a soldier is no walk in a park. It takes honor and bravery to run along with your country. As I was browsing on a short clip regarding war especially the Vietnam War, I can feel as though as I am sucked into their story. These brave soldiers gave up everything just to serve for their country while most of them believe that not all of them will come back in one piece or worse, die in the battlefield. From watching these short clips, I can’t relate on what had become to most of these war veteran. It doesn’t matter what war are we speaking of either it’s the Vietnam, Panama, Korean or any other war but my point is, almost all of these once so called hero now live their remaining life along the streets. Some of them blame their government and others prefer to turn the other cheek. Now these poor men are struggling each and every day just to stay alive. Heroes are not meant to be remembered but they are meant to go down in history. This is what these men are going through. They serve their country like a hero and now they just rot their way to an uncertain future. My question is, does war bring good or justice? If it brings good to the government and it people then why there are still an uncontrollable state of democracy? Why there are still people who neglect their surroundings, corruption, confusion and disruption. In that case war does not bring good but it’s only like trimming a rough edge. War itself does not give much different than not engaging one. Politicians are now just like wolf in sheep’s clothing waiting for the right moment to strike. What about justice? Take a long look at our society and ask yourself, is this justice? Justice is fairness, justice is equal, justice is blind and justice can be interpreted into so many definition but justice what I am talking about is justice on war. If there is justice then why do we kill? Is it a war philosophy saying 'its kill or be kill'. If justice is being served in war, then I'm sure no children or innocent people have to suffer. Women are rape instead of being look after, children are taught to be soldiers where instead they should be love and many lives are wasted under the gun and this is what justice brings to war. This merely tells us that war does not bring forth justice but only fear and death to the innocent eyes. Grown men don’t cry but they weep, but weeping can lead to tears. War is the same, no matter in what way we approach it, by nanotechnology, genome super soldiers, nuclear, bribery, espionage, conspiracy the definition won’t change the true meaning of war. Civilization don’t grow in a matter of second but it take years to build. For those who enjoy what war bring to them, it means more income, more power and the more you gain control the greed soon devour one’s heart. In the end it will all lead to a dark glimpse of the future. What will happen to the Young men and women who were engage in now modern warfare? Will they be forgotten just like their former veterans? The answer might not be with me but it’s all in god's hand. We are fighting our own self and yet why do we even bother fighting each other. These homeless war veteran don’t have any place to go nor anybody who the call family. The only families they take in are people who fought along during the war with them which unfortunately are also as homeless as they are. According to Veteran Affair (V.A.) of America they estimated 107,000 homeless war veterans. That’s only in America but what about in other country. I have a high respect for military, not just in my own country but for others as well. Wish that I am one of them but now I have second thought. One man can’t change what is already taken place. It takes miracle to change everything all over again. The only problem is that whether we can accept such people (War Veterans) or not into our society and as long as there are guns and money, there will be no freedom. These war veterans deserve much better life than this but all that we can do is watch and feel pity to them. I’m not a professional war critics but I’m just a guy who need to voice out my opinion. Soldiers are made to protect not to be destroyed, remember those soldiers are also people like you and me. Respect is earned and earning it is not that easy.
Wednesday, 3 November 2010
Si Kutat dan Si Kitut
CERITA ini bermula di sebuah kampung yang penduduknya hidup rukun damai. Di kampung ini tinggal sepasang kawan baik seumpama belangkas. Nama mereka ialah Kutat dan Kitut. Setiap pagi apabila hendak pergi ke sekolah,mereka selalu berjalan sebaya. Mereka sering membantu sesama sendiri. Pada satu hari ibu Kutat membelikanya sebuah kereta mainan yang dibelinya dari pekan.Kutat pun merasa gembira dan melompat-lompat sambil berterima kasih kepada ibunya. Selepas itu Kutat pun berlari menuju ke rumah Kitut untuk melihatkan mainanya itu kepadanya. Kitut terkejut apabila melihat manan Kutat yang cantik lalu Kitut pun berkata kepada Kutat yang dia ingin meminjamnya untuk sehari saja dan akan dipulangkan esok. Pada mulanya Kutat merasa keberatan untuk meminjamkanya tetapi oleh kerana mereka adalah kawan baik,maka mainan kereta Kutat itu secara rela dipinjamkan kepada Kitut. Selang berberapa hari Kutat sudah jarang lagi bertembung dengan Kitut. Apabila Kutat mencari Kitut di rumahnya, Kitut selalu saja bersembunyi. Hubungan mereka mula renggang dan oleh kerana itu Kutat pun tidak lagi mahu berkawan dengan Kitut. Setiap kali Kutat terserempak dengan Kitut secara tidak sengaja, Kutat pasti akan menagih kereta mainanya itu yang dijanjihi oleh Kitut akan mengembalikanya. Tetapi Kitut selalu saja memberi pelbagai alasan. Kutat sudah tidak sabar lagi dan terus memberitahu hal tersebut kepada ibunya. Pada malam itu ibu Kutat menjumpai ibu Kitut dengan perasaan marah dan meminta untuk mengembalikan kereta mainan itu kepada Kutat. Setelah berjam-jam bertengkar Kitut pun berterus terang kepada Kutat yang kereta mainanya itu telah terjatuh ke dalam sungai. Kitut meminta maaf kepada Kutat tetapi Kutat tidak menerima maaf Kitut kerana dia telah banyak kali berbohong. Mulai hari itu mereka pun tidak lagi bersama dan masing-masing dengan halnya sendiri...TAMAT
MORAL CERITA HARI INI: semua manusia mempunyai kawan rapat dan oleh kerana kawan kadang-kadang kita terpaksa memberikan/meminjamkan sesuatu kepada mereka dengan alasan tidak ingin menguris hatinya namun begitu, selagi namanya manusia ia hanya manis dimulut...sifat meminjam tidak salah dari sisi agama dan masyarakat tetapi ia tidak digalakan dan oleh kerana itu kawan yang rapat umpama belangkas pun boleh menjadi musuh. Sekiranya kita ingin meminjam sesuatu dari seseorang, maka haruslah ia dikembalikan dengan keadaan atau jumlahnya yang asal. Jangan kerana mulut yang manis berkata 'pinjam', suatu persahabatan itu akan menjadi pahit, seperti cerita si Kutat dan si Kitut.
MORAL CERITA HARI INI: semua manusia mempunyai kawan rapat dan oleh kerana kawan kadang-kadang kita terpaksa memberikan/meminjamkan sesuatu kepada mereka dengan alasan tidak ingin menguris hatinya namun begitu, selagi namanya manusia ia hanya manis dimulut...sifat meminjam tidak salah dari sisi agama dan masyarakat tetapi ia tidak digalakan dan oleh kerana itu kawan yang rapat umpama belangkas pun boleh menjadi musuh. Sekiranya kita ingin meminjam sesuatu dari seseorang, maka haruslah ia dikembalikan dengan keadaan atau jumlahnya yang asal. Jangan kerana mulut yang manis berkata 'pinjam', suatu persahabatan itu akan menjadi pahit, seperti cerita si Kutat dan si Kitut.
Saturday, 30 October 2010
Empat penjuru hidup

Di empat penjuru hidup
Engkau mencari nilai dan maruah
Dengan waktu yang berlalu
Angin akan terus bertiup
Menyusup di setiap rongga dan celah
Ia akan datang dari hadapan dan di belakangmu
Di kananmu ada syurga
Di kirimu ada neraka
Di mukamu ada dosa
Di belakangmu ada pahala
Namum di setiap penjuru pasti ada dugaan
Ia tetap menantimu dengan sabar
Meski pahit atau manis
Semuanya adalah kenyataan
Degup jantung kian berdebar
Doa menjadi alas
Di atasmu ada harapan
Di bawahmu ada kesangsian
Ditanganmu ada pilihan
Dimatamu ada kejahilan
Empat penjuru hidup akan datang
Ia akan mengamit bahu
Tatkala kau sedarinya ataupun lalai
Yang pasti ia akan hadir berkunjung
Membawa sedih dan tawa kepadamu
Di balik mentari dan badai
Thursday, 28 October 2010
Cerita hidup antara dua zaman
Aku masih ingat sebuah cerita yang disampaikan oleh Allahyarham ayahku. Cerita yang akan aku ceritakan ini agak misteri dan mungkin sukar untuk diterima akal, namun bagiku jika Allah mengizinkan sesuatu itu dilaksanakan maka terlaksanalah ia tanpa bantahan. Pada sekitar tahun 70-an, anak-anak muda pada ketika itu jauh lebih berbeza dari sekarang. Azman dan kawan baiknya Roslan bercadang hendak pergi berkelah di pantai bersama dengan rakan-rakan mereka yang lain. Tepat pada hujung minggu,mereka pun secara berkumpulan pergi ke pantai dengan rasa girang. Cuaca pada pagi itu agak panas tetapi Azman dan yang lain-lain tidak menghiraukanya. Setelah menjumpai tapak yang sesuai untuk berkelah, mereka pun mula membuat persiapan untuk menyalai makanan dan sambil itu Roslan menyembelih seekor ayam yang dibawanya. Sementara Azman menunggu persiapan mereka semua,dia merasa kepanasan dan tanpa membuang masa dia pun berenang. Keadaan air pada waktu itu memang sejuk dan semakin jauh Azman berenang bertambahlah sejuknya. Apabila dia berpaling untuk melihat ke daratan, alangkah terkejutnya Azman apabila mendapat tahu yang dia telah berenang terlalu jauh. Lantas Azman pun mula berenang menuju ke daratan dan dia melihat Roslan bersama dengan rakan-rakanya yang lain sedang sibuk dengan hal masing-masing. Pada ketika itulah Azman merasa yang pergelangan kakinya seperti digengam oleh sesuatu. Azman pun meronta-ronta dan menjerit meminta tolong tetapi tiada siapa yang mendengarnya. Dengan derasnya Azman ditarik ke dalam air seakan menuju ke dasar laut. Pada ketika itu Azman merasa ajalnya sudah sampai namun didalam pergelutan tersebut, Azman di selamatkan oleh seseorang. Dia di bawa kembali ke persisiran pantai oleh lelaki itu tetapi Azman telah tidak sedarkan diri. Selang berberapa hari barulah Azman terjaga dan mendapati dia berada di sebuah rumah. Pada masa itu,seorang lelaki tua bersama dengan wanita muda menghampiri Azman dan mengatakan yang dia telah menyelamatkan Azman dari mati lemas manakala anaknya telah merawatnya selama berberapa hari. Rupanya Azman berada disebuah kampung yang lama. Keadaan sekilingnya seolah-olah seperti di zaman neneknya. Semua rumah di kampung itu rata-rata diperbuat daripada kayu dan tiada kemewahan dilihatnya. Azman bercadang ingin pulang ke rumahnya tetapi dia sendiri pun tidak tahu ke mana harus ditujunya kerana perbatasan kampung itu adalah hutan yang tebal dan sudah pasti akan sesat olehnya. Mulai hari pertama Azman berada di kampung itu, dia menjadi seorang yang pendiam kerana didalam fikiranya timbul pelbagai persoalan yang terlalu sukar baginya untuk jawap. Musim berlalu dan padi pun mula menguning, Azman pun sudah terbiasa dengan kehidupan kampung dan mula lupa dengan hajatnya ingin kembali ke ibu kota kerana hatinya sudah terpaut dengan anak gadis lelaki tua yang telah menyelamatkanya satu ketika dahulu dan akhirnya sampailah mereka berdua kejinjang pelamin. Kehidupan mereka bahagia sehinggakan Azman dikurniakan dengan seorang anak. Waktu berlalu dengan cepatnya,rambut Azman yang dulu hitam mula beruban dan garisan di wajahnya kian ketara. Keadaanya sudah agak tua namun dia masih lagi setia tinggal di kampung itu bersama keluarga dan anaknya yang sudah meningakat dewasa. Pada satu hari sedang Azman berada di lautan untuk menangkap ikan, pukatnya telah tersangkut dan ianya menarik dengan kuat. Azman tidak tahu apakah ianya seekor ikan yang besar ataupun tersangkut dicelah-celah terumbu tetapi benda yang tersangkut itu membalas tarikan pukat Azman dan secara mengejut Azman tercebur ke dalam air. Dia melepaskan pukatnya itu kerana ingin naik semula ke perahunya tetapi sekali lagi pergelangan kakinya digenggam oleh sesuatu dan menariknya ke dalam air. Azman tidak berdaya melawan kerana badanya sudah merasa lemah. Azman mengucap dua kalimah shahadah dan menyerahkan segalanya kepada Allah. Azman mengejam matanya sambil membiarkan dirinya dibawa ke dasar laut tetapi sekali lagi dia telah diselamatkan oleh seseorang. Apabila dibawa kembali ke persisiran pantai, dia merasa terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dilihat di depan matanya. Apa yang dilihatnya adalah Roslan, kawan baiknya. Azman merasa kelainan pada badanya dan melihat ke dalam bayangan air wajahnya. Bertambah hairan Azman dibuatnya kerana wajahnya kembali muda. Azman memeluk Roslan sambil bertanya di manakah isteri dan anak Azman. Roslan ketawa mendengar akan pertanyaan Azman itu dan tidak mengendahkanya kerana mungkin baginya Azman bergurau tetapi hakikat sebaliknya. Sejak hari itu Azman memikirkan adakah yang dialaminya itu suatu khayalan ataupun kenyataan. Azman tertanya-tanya apakah khabar isteri dan anaknya. Tapi dia cuma berdiam diri dengan persoalan yang tidak mungkin ada jawapanya. Azman mula berubah menjadi seorang yang warak berugama dan akhirnya beliau menjadi seorang guru dan imam di sebuah mesjid. Hingga ke akhir hayatnya tiada jawapan yang dapat ditemuinya, cuma yang dia tahu adalah semuanya kehendak Allah. Cerita pengalaman Azman ini diceritakan kepada anak muridnya yang lain dan akhirnya sampai kepada Allahyarham ayahku.Cuma watak Azman dan Roslan di dalam cerita ini aku gubah supaya pembaca memahaminya. Aku pun tidak tahu kesahihan cerita ini tetapi apa yang dapat aku belajar darinya ialah, Allah mempunyai cara yang aneh untuk menyedarkan umatnya yang telah lupa akan-Nya dan mungkin dengan cara ini dapat membuktikan kekuasaan Allah itu nyata dan apa yang dikatakan di dalam al-quran,sekiranya Allah mengkehendaki sesuatu itu terjadi maka jadilah ia. Terima kasih.
Wednesday, 27 October 2010
Hidup antara dua zaman
Aku melawan arus kenyataan,
Agar dapat bertemu kebenaran,
Tapi tiadaku berdaya,
Melawan takdir-Nya,
Dua zaman yang berbeza,
Cuma harapan menjadi perantara,
Sumur kini mengering,
Sawah padi pula menguning,
Tapi persoalan tetap melayang-layang,
Mencari bayang,
Diwaktu senja aku sendiri,
Mengenang hidup yang berlalu pergi,
Tanpa tujuan,
Kini aku bersendirian,
Hatiku bergelora,
Dihembat derita,
Walau tiada jawapan yang menanti,
Aku tetap mencari,
Menuju arah hanyutnya takdir,
Tanpa mengira panas dan hujan petir,
Mengentas zaman kini aku lalui,
Untuk menuju jalan kembali,
Ke jalan yang maha kuasa,
Ke jalan yang Tuhan yang esa.
Agar dapat bertemu kebenaran,
Tapi tiadaku berdaya,
Melawan takdir-Nya,
Dua zaman yang berbeza,
Cuma harapan menjadi perantara,
Sumur kini mengering,
Sawah padi pula menguning,
Tapi persoalan tetap melayang-layang,
Mencari bayang,
Diwaktu senja aku sendiri,
Mengenang hidup yang berlalu pergi,
Tanpa tujuan,
Kini aku bersendirian,
Hatiku bergelora,
Dihembat derita,
Walau tiada jawapan yang menanti,
Aku tetap mencari,
Menuju arah hanyutnya takdir,
Tanpa mengira panas dan hujan petir,
Mengentas zaman kini aku lalui,
Untuk menuju jalan kembali,
Ke jalan yang maha kuasa,
Ke jalan yang Tuhan yang esa.
Saturday, 23 October 2010
John Marston

The dust trails your way
Riding into the sunset
With hope to reunite oneday
To those you care the most.
Redemption sometimes require you to be an outlaw
Just so you may taste the air of freedom
Yet along the path you made less friend but foe
You learn not to lose your honor and fame.
The gun you holster
The horse you ride
Eventually it will disappear
Eaten away by guilt and time.
In the arms of law
You think that life is assured
To whom the gun should you draw
In the face of death you are feared.
Within your heart
Lies the point of no return
Soon that life in you will depart
An exchange for the sake of your wife and son.
At the very end
Law turn its back
You fall onto the dusty sand
Leaving nothing to regret on your track.
You born alone
You left with legacy
Your son and wife still roam
Vengence cant just wait and see.
Insan biasa
Di bawah cahaya bulan yang terang,
Fikiranku bercelaru,
Apa yang harus aku lakukan,
Demi masa yang telah berlalu,
Tapi aku masih mencari-cari,
Makna kebahagiaan.
Tiada duka dihati,
Mengenang akan kisah lalu,
Kehampaan dan keresahan,
Kian menjadi teman diwaktu malam.
Isi hatiku cuma Tuhan saja yang tahu,
Dikala suka mahupun duka,
Wajah ini tetap saja tersenyum di hadapanmu,
Mengaharapkan doa kepada-Nya.
Aku bukan seorang sarjana,
Tiada pangkat,
Tiada harta,
Namun aku seorang insan biasa,
Yang menjejaki kaki di bumi Tuhan,
Ingin mencari secebis erti kehidupan.
Perjalananku ini masih jauh,
Cuma berbekal doa dan harapan,
Mencari tempat untuk berteduh,
Semoga masih ada harapan.
Inginku bersua dengan wajah kebenaran,
Menghadapinya dengan yakin,
Inilah kenyataan,
Semoga usahaku selama ini tiada menuju penyesalan.
Bukan aku minta untuk dipuji,
Bukan pula aku minta di sanjungi,
Tidak layak semua itu untuku ,
Cuma Allah saja yang berhak menerimanya.
Sekiranya esok masih lagi bersinar,
Aku akan meneruskan perjuangan ini,
Menuju jalan yang benar,
Demi kebahagiaan dan erti kehidupanku ini.
Fikiranku bercelaru,
Apa yang harus aku lakukan,
Demi masa yang telah berlalu,
Tapi aku masih mencari-cari,
Makna kebahagiaan.
Tiada duka dihati,
Mengenang akan kisah lalu,
Kehampaan dan keresahan,
Kian menjadi teman diwaktu malam.
Isi hatiku cuma Tuhan saja yang tahu,
Dikala suka mahupun duka,
Wajah ini tetap saja tersenyum di hadapanmu,
Mengaharapkan doa kepada-Nya.
Aku bukan seorang sarjana,
Tiada pangkat,
Tiada harta,
Namun aku seorang insan biasa,
Yang menjejaki kaki di bumi Tuhan,
Ingin mencari secebis erti kehidupan.
Perjalananku ini masih jauh,
Cuma berbekal doa dan harapan,
Mencari tempat untuk berteduh,
Semoga masih ada harapan.
Inginku bersua dengan wajah kebenaran,
Menghadapinya dengan yakin,
Inilah kenyataan,
Semoga usahaku selama ini tiada menuju penyesalan.
Bukan aku minta untuk dipuji,
Bukan pula aku minta di sanjungi,
Tidak layak semua itu untuku ,
Cuma Allah saja yang berhak menerimanya.
Sekiranya esok masih lagi bersinar,
Aku akan meneruskan perjuangan ini,
Menuju jalan yang benar,
Demi kebahagiaan dan erti kehidupanku ini.
Monday, 18 October 2010
Ali Abtar insan misteri

Ini adalah cerita tentang seorang insan yang bernama Ali Abtar. Cerita ini bermula di suatu daerah di negara kita yang mana menjadi tempat tumpuan pelancung. Di sinilah Ali Abtar selalu menjalan perniagaannya sebagai seorang penjual aiskrim. Setiap hari apabila ada pelancung dari luar negara datang ke daerah ini,sudah pasti yang pertama sekali akan mereka lihat adalah wajah dan senyuman Ali Abtar. Senyumannya yang bagai mengalu-alukan kedatangan siapa saja selalu mendapat sambutan yang mesra. Namun disebalik senyuman Ali Abtar itu dapat aku lihat ada sesuatu yang dipendamnya. Dia seorang lelaki lingkungan 40-an yang mempunyai kulit berwarna gelap dan tinggi lampai. Tidak ramai orang mengetahui di mana dia tinggal dan dari mana asal usulnya kerana rupa dan fizikal yang ada padanya itu selalu saja orang akan menganggapnya orang berbangsa luar. Walaupun begitu Ali Abtar tidak menghiraukan apa pendapat orang ramai tentangnya. Setiap hari dia akan melayan orang ramai dengan senyumannya sambil menjual dagangannya sehingga waktu malam menjelma. Dalam diam aku berkata kepada diriku yang mana ingin mengekori Ali Abtar untuk melihat sendiri di mana tempatnya tinggal. Tepat jam 7 malam aku membuntuti Ali Abtar dengan berjalan kaki tanpa disedarinya. Dia tidak mempunyai kereta cuma sebuah basikal tua yang dilengkapi dengan alat jualan aiskrimnya. Setelah hampir 30 minit mengekorinya, Ali Abtar berhenti di suatu tempat yang mana kawasannya agak sunyi dan berhampiran dengan tebing. Aku bersama dengan kecurigaanku menyusup masuk dicelah-celah lalang yang ada menuju ke tempat Ali Abtar. Apa yang aku temui adalah sebuah rumah kayu yang berada dalam keadaan uzur dan di sanalah Ali Abtar menyimpan basikalnya. Aku bersembunyi bagai pencuri namum entah kenapa pada malam itu aku tidak merasa tenteram. Ali Abtar masuk ke dalam rumah tersebut dan tidak lama selapas itu aku melihat dia menggendong seorang wanita tua keluar menuju ke tebing sungai lalu memandikannya. Oleh kerana keadaan kawasan yang gelap aku pun meninggalkan tempat itu. Dalam perjalanan pulang persoalan demi persoalan bermain di kepalaku kerana ingin tahu siapa wanita tua yang berada di rumah Ali Abtar. Selama seminggu aku cuba melupakan kejadian tersebut tetapi tidak semudah itu kerana aku selalu saja akan bertembung dengan Ali Abtar di jeti apabila ingin berkerja di bandar. Aku pun memberanikan diri ini untuk menanyakan keraguanku itu kepada Ali Abtar. Keesokan harinya kebetulan juga hari itu adalah hari ahad, aku mengorak langkah ke jeti tetapi apabila aku sampai di sana kelibat Ali Abtar tidak kelihatan olehku. Aku mencarinya di kawasan jeti tetapi masih juga tidak aku temui. Aku beranggapan mungkin kerana hari ahad itu Ali Abtar berehat dan aku pun terus saja pulang ke rumah. Selama tiga hari aku tidak melihat Ali Abtar berjual aiskrimnya di jeti dan aku tertanya-tanya apakah yang telah berlaku kepadanya. Pada petang itu apabila aku sampai saja di jeti daripada selesai bertugas di bandar, aku pun memandu keretaku menuju ke rumah Ali Abtar. Aku melihat Ali Abtar berada di luar rumahnya dan kelihatannya dia sedang ingin pergi ke suatu tempat. Setelah salamku dijawab olehnya,aku pun bertanya kepada Ali Abtar kenapa dia tidak lagi berniaga di jeti. Dengan wajah yang agak sedih dia pun berkata kepadaku yang ibunya sudah meninggal dunia berberapa hari yang lalu dan oleh kerana itu dia tidak berniaga di jeti. Rupa-rupanya wanita tua yang aku lihat tempoh hari itu adalah ibu Ali Abtar yang didalam keadaan sudah uzur. Selepas itu Ali Abtar pun berpaling dari pandanganku dan berjalan menuju ke simpang keluar rumahnya. Aku melihat ke arahnya dan bertanya ke manakah akan dia tuju. Sambil tersenyum Ali Abtar berkata yang dia ingin mencari keredaan Allah. Aku terpaku mendengar kata-kata itu dan Ali Abtar mula meninggalkanku dalam penuh misteri. Sejak hari itu berlalu, tiada lagi aku melihat senyuman Ali Abtar di jeti itu. Ke manakah dia telah menghilang? Adakah nasibnya serupa seperti dulu? Fikiranku masih lagi bercelaru. Walaupun ianya sudah lama berlalu tapi aku faham akan ketaatan Ali Abtar kepada ibunya. Seandainya aku dan semua umat manusia itu mempunyai sifat sedemikian,sudah pasti ianya adalah satu kebaikan yang tiada nilainya.
Disebalik rindu
Ku jejaki taman yang berduri,
Setiap langkah menyakiti,
Namun itulah hakikat,
Kenyataan adalah sesuatu yang pahit.
Cinta dan kasihku,
Tiada bertempat dihatimu,
Kau sudah pun dimiliki,
Tinggal aku seorang diri.
Dulu tawamu menghiasi lembaran hidup,
Kini yang ada cuma kenangan untukku ratap,
Ternyata itu semua hanya sepotong mimpi,
Segalanya tidak mungkin ku kecapi.
Sedihnya aku melihat kemesraanmu,
Bersama dia yang kau cintai dihadapanku,
Kesalnya hati ini memendam rasa sayang,
Walau wajahmu sering terbayang.
Aku merentasi taman yang berduri ini,
Bersama hati yang pilu,
Meneruskan kehidupanku yang pasti,
Mencari erti disebalik rindu.
Setiap langkah menyakiti,
Namun itulah hakikat,
Kenyataan adalah sesuatu yang pahit.
Cinta dan kasihku,
Tiada bertempat dihatimu,
Kau sudah pun dimiliki,
Tinggal aku seorang diri.
Dulu tawamu menghiasi lembaran hidup,
Kini yang ada cuma kenangan untukku ratap,
Ternyata itu semua hanya sepotong mimpi,
Segalanya tidak mungkin ku kecapi.
Sedihnya aku melihat kemesraanmu,
Bersama dia yang kau cintai dihadapanku,
Kesalnya hati ini memendam rasa sayang,
Walau wajahmu sering terbayang.
Aku merentasi taman yang berduri ini,
Bersama hati yang pilu,
Meneruskan kehidupanku yang pasti,
Mencari erti disebalik rindu.
Wednesday, 13 October 2010
Nenek
Masa berlalu,
Musim silih berganti,
Raut wajahmu tidak seperti dulu,
Tenagamu semakin susut hari demi hari.
Nanangku,
Usahlah menghayunkan cangkul lagi,
Usahlah berpanas di bawah matahari,
Kami risau kepadamu,
Kami sayang kepadamu.
Cukuplah dengan melihat senyumanmu,
Kami sudah gembira,
Kami kenang jasamu,
Menjaga kami hingga dewasa.
Terima kasih...
Musim silih berganti,
Raut wajahmu tidak seperti dulu,
Tenagamu semakin susut hari demi hari.
Nanangku,
Usahlah menghayunkan cangkul lagi,
Usahlah berpanas di bawah matahari,
Kami risau kepadamu,
Kami sayang kepadamu.
Cukuplah dengan melihat senyumanmu,
Kami sudah gembira,
Kami kenang jasamu,
Menjaga kami hingga dewasa.
Terima kasih...
Saturday, 9 October 2010
Untuk Sunarti
Nadamu indah menari,
Membelai hati yang lagi merajuk,
Ini cerita tentang gadis bernama Sunarti,
Gadis kampung yang hatinya suci lagi elok.
Keluargamu jauh di seberang,
Kau merantau demi mencari rezeki,
Kau tiggalkan sejenak jiwa yang tersayang,
Untuk mencari nasib di negaraku ini.
Pipimu yang memerah,
Seumpama mewarnai hatimu yang riang,
Kulitmu yang cerah,
Seumpama rembulan yang mengembang.
Dengan kedua tanganmu yang kerdil,
Kau mampu mengemudi nasibmu,
Asal hatimu cekal,
Melalaui cubaan yang menunggu.
Suatu hari kau akan pulang,
Bersua bersama keluargamu,
Namun hari ini akanku kenang,
Yang mana aku mengenalimu.
Membelai hati yang lagi merajuk,
Ini cerita tentang gadis bernama Sunarti,
Gadis kampung yang hatinya suci lagi elok.
Keluargamu jauh di seberang,
Kau merantau demi mencari rezeki,
Kau tiggalkan sejenak jiwa yang tersayang,
Untuk mencari nasib di negaraku ini.
Pipimu yang memerah,
Seumpama mewarnai hatimu yang riang,
Kulitmu yang cerah,
Seumpama rembulan yang mengembang.
Dengan kedua tanganmu yang kerdil,
Kau mampu mengemudi nasibmu,
Asal hatimu cekal,
Melalaui cubaan yang menunggu.
Suatu hari kau akan pulang,
Bersua bersama keluargamu,
Namun hari ini akanku kenang,
Yang mana aku mengenalimu.
Thursday, 7 October 2010
ABSORBÉ DANS RÉALITÉ-LOST IN REALITY
What word can describe you,
You are full of love,
Full of joy,
Full of acceptance,
In your eyes shows it all,
They shine like crystal,
It tells me how truthfull you are,
And that you have overcome difficult obstacle,
Yet what makes you different?
Is it your way?
Is it on what you believe?
Is it your hunger to sacrafice your time?
No matter how I see it,
You are still who you are in my eyes,
Endlessly searching for your inner self,
Lost in reality,
You give so much,
You smile onto the whole world,
You know that it wont last forever,
You understand the path you choose,
Those tiny hands of yours,
It helped countless lives,
Only you and God knows,
What you did in the name of humanity,
In the eyes of many children,
They look at you as their savior,
But in your own eyes,
Only an image of an aging woman appear,
You let go your family,
So that your life can relate,
You let go your devotion,
So that your goals are focus on one,
At the very end,
One thing I can understand,
You only need time for yourself,
Take back what time has taken away from you,
And that is,
A way back to reality.
You are full of love,
Full of joy,
Full of acceptance,
In your eyes shows it all,
They shine like crystal,
It tells me how truthfull you are,
And that you have overcome difficult obstacle,
Yet what makes you different?
Is it your way?
Is it on what you believe?
Is it your hunger to sacrafice your time?
No matter how I see it,
You are still who you are in my eyes,
Endlessly searching for your inner self,
Lost in reality,
You give so much,
You smile onto the whole world,
You know that it wont last forever,
You understand the path you choose,
Those tiny hands of yours,
It helped countless lives,
Only you and God knows,
What you did in the name of humanity,
In the eyes of many children,
They look at you as their savior,
But in your own eyes,
Only an image of an aging woman appear,
You let go your family,
So that your life can relate,
You let go your devotion,
So that your goals are focus on one,
At the very end,
One thing I can understand,
You only need time for yourself,
Take back what time has taken away from you,
And that is,
A way back to reality.
Saturday, 2 October 2010
I don't mind
I don’t mind,
Being here without you,
Loving you as time unwind,
Part of me,
Nestled within you,
Even if time won’t let us be,
At least you know that I always love you,
Years after years,
Time pass by like the days long gone,
Yet I still can feel my tears,
Longing for you to come home,
I kept our promises,
For the day that awaits,
A moment without loneliness,
A moment of joy and happiness,
I can only pray,
For the sake of you and me,
That our hearts will meet one day,
And for you to know how much you meant to me.
Being here without you,
Loving you as time unwind,
Part of me,
Nestled within you,
Even if time won’t let us be,
At least you know that I always love you,
Years after years,
Time pass by like the days long gone,
Yet I still can feel my tears,
Longing for you to come home,
I kept our promises,
For the day that awaits,
A moment without loneliness,
A moment of joy and happiness,
I can only pray,
For the sake of you and me,
That our hearts will meet one day,
And for you to know how much you meant to me.
Tuesday, 28 September 2010
Persimpangan
Aku yang masih di sini,
Di persimpangan dunia,
Mencari erti,
Untuk hidup bersama,
Ke manakah akanku tuju,
Melangkah bersama waktu,
Diiringi rasa pilu,
Megentas derita dengan sang bayu,
Cinta tidak tumbuh di persisiran,
Aku melakar kata-kata demi keranamu,
Aku terpaku tanpa arah tujuan,
Berlegar di antara nyata dan mimpiku,
Aku pasti,
Ada hikmah dari-Nya,
Aku harap engkau mengerti,
Dibalik wajah penuh tawa,
Surya akan bersinar,
Nun jauh di hujung sana,
Menerangi yang pudar,
Memberi harapan untuk bersama,
Sedetik berlalu,
Akan aku hargai,
Dalam perjalananku,
Mengenang kasih yang dirindui.
Di persimpangan dunia,
Mencari erti,
Untuk hidup bersama,
Ke manakah akanku tuju,
Melangkah bersama waktu,
Diiringi rasa pilu,
Megentas derita dengan sang bayu,
Cinta tidak tumbuh di persisiran,
Aku melakar kata-kata demi keranamu,
Aku terpaku tanpa arah tujuan,
Berlegar di antara nyata dan mimpiku,
Aku pasti,
Ada hikmah dari-Nya,
Aku harap engkau mengerti,
Dibalik wajah penuh tawa,
Surya akan bersinar,
Nun jauh di hujung sana,
Menerangi yang pudar,
Memberi harapan untuk bersama,
Sedetik berlalu,
Akan aku hargai,
Dalam perjalananku,
Mengenang kasih yang dirindui.
Sunday, 26 September 2010
Inilah dunia
Inilah dunia,
Berapa ramai yang masih waras?
Berapa ramai yang masih bersujud?
Dosa dilihat dengan sekilas,
Kepada nafsu mereka berlutut.
Inilah dunia,
Harimau sudah pandai membaham anaknya,
Anak pula menjadi tuan,
Suami isteri lupa tanggungjawap berdua,
Ibadat dilaksanakan demi nama dan perhatian.
Inilah dunia,
Wang dan pangkat menjadi idola,
Tuhan dan agama dimusuhi,
Wanita menjadi mangsa nafsu serakah,
Inilah akhir zaman yang kian mendekati.
Inilah dunia,
Penuh kegembiraan,
Penuh penderitaan,
Penuh pengajaran,
Penuh kejahilan.
Inilah dunia,
Kita melakar impian diluasnya lautan,
Namun dibadan masih ada debu,
Hanya Allah
Maha pengampun,
Hanya kepada-Nya kita mengadu.
Inilah dunia,
Nikmat cuma seketika,
Sakit bagai seumur hidup,
Kehendak-Nya kita terima,
Selagi nyawa masih bertiup.
Inilah dunia,
Tempat bernaung,
Tempat menanam amal,
Demi mencapai jiwa yang tenang,
Demi mencapai kejayaan yang kekal.
Berapa ramai yang masih waras?
Berapa ramai yang masih bersujud?
Dosa dilihat dengan sekilas,
Kepada nafsu mereka berlutut.
Inilah dunia,
Harimau sudah pandai membaham anaknya,
Anak pula menjadi tuan,
Suami isteri lupa tanggungjawap berdua,
Ibadat dilaksanakan demi nama dan perhatian.
Inilah dunia,
Wang dan pangkat menjadi idola,
Tuhan dan agama dimusuhi,
Wanita menjadi mangsa nafsu serakah,
Inilah akhir zaman yang kian mendekati.
Inilah dunia,
Penuh kegembiraan,
Penuh penderitaan,
Penuh pengajaran,
Penuh kejahilan.
Inilah dunia,
Kita melakar impian diluasnya lautan,
Namun dibadan masih ada debu,
Hanya Allah
Maha pengampun,
Hanya kepada-Nya kita mengadu.
Inilah dunia,
Nikmat cuma seketika,
Sakit bagai seumur hidup,
Kehendak-Nya kita terima,
Selagi nyawa masih bertiup.
Inilah dunia,
Tempat bernaung,
Tempat menanam amal,
Demi mencapai jiwa yang tenang,
Demi mencapai kejayaan yang kekal.
Friday, 24 September 2010
Kisah seorang lelaki tua dengan seekor anjing
Seperti biasanya aku memandu keretaku untuk melapor bertugas dan entah kenapa pada hari itu aku merasa kelainan yang tidak sama seperti hari-hari biasa aku menuju ke tempat melapor. Di lebuhraya yang sibuk aku memandu dengan mindaku yang masih tertanya-tanyakan apakah perasaan yang aku rasa hari itu. Aku mengusap muka ku sambil mengucap dengan hembusan yang tegang. Tidak jauh dari pandanganku itu aku melihat sebuah kereta yang tiba-tiba mengetepikan keretanya dengan lampu kecemasan. Aku memperlahankan keretaku sambil memerhatikan seorang lelaki tua yang keluar dari kereta tersebut. Oleh kerana itu, dengan gerak hatiku yang kecil ini, aku pun merasa ingin membantu lelaki itu. Aku berhenti di belakang kereta lelaki itu dan terus menuju ke tempatnya. Alangkah terkejutnya aku apabila melihat seekor anjing yang teresak-esak terbaring di hadapan kereta lelaki itu yang mana ia kelihatan seperti telah dilanggar. Belum sempat aku menanyakan apakah yang telah terjadi, dia terlebih dahulu bertanyakan kepadaku adakah aku mempunyai sebarang kain yang lebih besar dari anjing itu. Aku mengatakan yang aku tidak mempunyai apa jua kain yang lebih besar dari anjing itu. Lelaki itu pun menggelengkan kepalanya dan pada masa itu aku terkejut melihat kejadian yang aku tidak pernah melihatnya. Lelaki tua itu mengangkat anjing itu didakapanya tapi malang anjing itu sudah pun mati. Walaupun begitu, tetap saja lelaki itu mengangkatnya ke dalam kereta dan terus meningalkan tempat itu dengan cepat. Aku berasa hairan dan seolah-olah kehadiranku itu tiada bermakna tetapi aku masih tertanya-tanya apakah yang akan dilakukan oleh lelaki tua itu kepada anjing yang sudah mati. Selepas kejadian itu aku pun meneruskan perjalananku ke tempat melapor bertugas. Tepat jam 6.48 petang kami semua bersurai dan masing-masing menuju ke tempat pos mereka. Sekali lagi dalam pejalananku menuju ke pos kawalan, aku melihat kereta lelaki tua yang sebelumnya aku temui berada di luar jalan lebuhraya yang menuju ke pantai. Aku yang diiringi rasa ingin tahu, berhenti seketika di belakang kereta lelaki itu. Tidak lama selepas itu pun aku melihat kelibatnya keluar dari celahan rumput lalang. Apabila saja dia tiba dikeretanya, aku pun langsung menegurnya. 'ke mana anda membawa anging tadi?' dan lelaki tua itu membalas 'ke mana lagi kalau bukan ke tanah.' aku terdiam sejenak mendengarkan katanya itu. 'kenapa anda bertanyakan tetang kain yang lebih besar dari anjing itu?' tanyaku dan dia menjawap 'untuk menjadi lapik mengangkat anjing tadi tetapi apa boleh buat kalau sudah keadaan tidak mengizinkan.' Aku memberanikan diriku untuk menanyakan adakah dia seorang islam dan dengan senyuman dia menjawab 'alhamdulilah'. Kecurigaanku semakin bertambah dan terus saja bertanya kepadanya jika dia seorang islam mengapa dia menyentuh anjing yang dihukumkan haram. 'najis menyentuh anjing memang haram tapi ia masih lagi dapat disucikan tetapi kita tidak dapat lari dari perasaan bersalah dan tanggungjawap.' balas lelaki tua itu dengan wajah yang tenang. 'cuba anda jeleskan apakah yang dimaksudkan dengan kata-kata itu?' tanyaku kembali kepadanya. Lelaki itu menceritakan bahawa dalam perjalanannya pulang petang tadi dia dengan tidak sengaja telah melanggar seekor anjing dan oleh kerana itu dia merasa bersalah kepada diri sendiri dan juga kepada Allah. Sesungguhnya manusia tiada hak untuk mengambil nyawa yang tidak bersalah tanpa sebab. Dengan berpegang falsafah sebeginilah lelaki itu sanggup mengendong anjing itu dan menanamnya berdekatan tepian pantai. Dia enggan meninggalkan anjing itu begitu saja, oleh sebab jika dengan kehendak Allah dia ditimpa kemalangan, siapakah yang sanggup berhenti untuk menolongnya. Itu mungkin saja boleh berlaku pada sesiapa pun. Jam tanganku menunjukkan pukul 6.54 petang dan aku terpaksa memotong perbualan lelaki tua itu kerana aku tidak mahu lewat tiba di pos nanti. Kami berdua beredar dari sana dan dalam perjalanan itu aku memikirkan ada juga benarnya apa yang dikatankan oleh lelaki itu. Kita harus bertanggungjawap atas segala perbuatan kita dan kita mesti selalu ingat bahawa nyawa kita bukan berada di tangan makhluk Allah tetapi adalah milik-Nya. Jika hari ini kita terlepas dari sebarang bencana tidak mustahil ianya akan kembali menggamit diri kita. Dengan itu walaupun masih timbul bermacam-macam pesoalan di dalam fikiranku tapi buat setakat ini biarlah aku meneruskan tanggungjawapku sebagai seorang pengawal dan semoga pengajaran yang aku dapat hari ini mampu membuka mata hatiku ini yang telah lama terpejam oleh dunia.
---suatu pengalaman yang tidak diduga olehku---
---suatu pengalaman yang tidak diduga olehku---
Tuesday, 21 September 2010
Penyajak jalanan
Aku penyajak jalanan
Yang berdiri ditengah-tengah kesibukkan
Melontarkan kata-kata nasihat
Pada telinga yang mendengar dan mata yang melihat
Aku tidak mengejar nama
Aku tidak mencari pujian semata-mata
Bahang kepanasan
Aku rasai di atas permukaan jalan
Apabila langit menangis
Aku berteduh bagai si pengemis
Sekiranya masih ada waktu
Hajat dihati ingin bertemu
Pada kasih yang menanti
Pada sinar cahaya yang abadi
Yang berdiri ditengah-tengah kesibukkan
Melontarkan kata-kata nasihat
Pada telinga yang mendengar dan mata yang melihat
Aku tidak mengejar nama
Aku tidak mencari pujian semata-mata
Bahang kepanasan
Aku rasai di atas permukaan jalan
Apabila langit menangis
Aku berteduh bagai si pengemis
Sekiranya masih ada waktu
Hajat dihati ingin bertemu
Pada kasih yang menanti
Pada sinar cahaya yang abadi
Sunday, 19 September 2010
The wanderer: part 5
The tomb of seven warriors awaits,
As the dawn is breaking,
The wanderer held his head up high,
After a long night,
Death finally retreating,
Yet he promise to return for another try.
Covered in blood,
Throbbing wounds,
Wheezing breath,
The wanderer felt to the ground,
Saying that his journey has end,
Hence he won’t accept death.
The journey must go on,
To east and not to the west,
There await his answer,
For he is the chosen one,
This might all just be another test,
Everything will not be a hinder.
He stands up slowly,
To his dismay,
The wanderer collapse,
The pain and agony,
The path he must obey,
A statement he must prove to see.
Far beyond the horizon,
Groups of gypsy were walking,
One spotted the pale body of a man,
She cries for help among them,
Without warning,
They carried the wanderer into their caravan.
Celeste the gypsy,
Nurture the wanderer,
Day after day,
He still drown in his sleep like eternity,
The clan began to wonder,
If it’s any good to let him stay.
As the dawn is breaking,
The wanderer held his head up high,
After a long night,
Death finally retreating,
Yet he promise to return for another try.
Covered in blood,
Throbbing wounds,
Wheezing breath,
The wanderer felt to the ground,
Saying that his journey has end,
Hence he won’t accept death.
The journey must go on,
To east and not to the west,
There await his answer,
For he is the chosen one,
This might all just be another test,
Everything will not be a hinder.
He stands up slowly,
To his dismay,
The wanderer collapse,
The pain and agony,
The path he must obey,
A statement he must prove to see.
Far beyond the horizon,
Groups of gypsy were walking,
One spotted the pale body of a man,
She cries for help among them,
Without warning,
They carried the wanderer into their caravan.
Celeste the gypsy,
Nurture the wanderer,
Day after day,
He still drown in his sleep like eternity,
The clan began to wonder,
If it’s any good to let him stay.
Aku ingin pulang

Ku kirimkan bingkisan rindu
Bersama dengan sang bayu
Agar ianya sampai kepadamu
Tetaplah engkau di situ.
Sampaikan salamku kepada ibu
Sebarkan kedatanganku
Hapuskanlah rindu
Sambutlah kepulanganku.
Kenangan di desa permai
Bertemankan suasana nan damai
Tiupan angin yang membelai
Dimataku kekasih kian melambai.
Diwaktu pekatnya malam
Berjuta mata yang pejam
Aku terkilan dan terdiam
Mengenangkan dosa-dosa silam.
Aku ingin pulang
Mencium tangan ibu yang tersayang
Tapi aku masih di sini berjuang
Meredah gelora hidup yang tiada penghujung.
Aku seorang penyajak jalanan
Mencari rezeki dibalik tulisan
Menghiburkan hati insan
Dengan tawa dan senyuman.
Desaku menanti
Ibuku sentiasa dihati
Kekasih kian ku rindui
Kini saatnya aku kembali.
Thursday, 16 September 2010
The wanderer: part 4

Through the night,
Through the mist,
A wanderer still continues to fight,
In search of a destiny that awaits.
The sun burns the land,
The rain washes away the sin,
Blood endlessly spill onto his hand,
A hundred bows of war flying across the wind.
A journey to the east,
Might come to an end,
Giving all his best,
Knowing nothing what to believe in.
Pointing to the east he beckons,
Thou shalth not be vain,
Thee heart will not be stolen,
By one who causes pain.
In the midst of confusion,
The air suddenly felt cold,
It felt neither truth nor illusion,
Ahead shines a light of gold.
He unsheathe his sword,
Ready his stance,
Ghouls and ghost flies in horde,
Along came out death in a glance.
The wanderer stares and grins,
For he know it’s time to face Death,
This is how things should end and begin,
This could be his last breath.
Monday, 13 September 2010
Puisi dan aku

Aku dicemuh
Aku dihina
Tapi hati ini akan tetap teguh
Demi kasih sayangku kepada semua.
Mata yang kasar
Mata yang liat
Mereka tidak akan faham maksud sebenar
Tidak mengerti qalam yang tersirat.
Megapa aku menulis
Mengapa aku mengarang
Kerana enggan melihat hati dihiris
Bagai bertiti di atas pedang.
Mata ini tidak akan menangis
Mata ini tidak akan melirik saja
Kerana cinta aku menulis
Kerana cinta aku mengejar cita.
Friday, 10 September 2010
DI hujung Ramadhan

Engkau pergi
Meninggalkan seribu harapan
Engkau pergi
Meninggalkan kami dalam penantian.
Wahai syahrul ukhuwah
Engkau kami nanti
Wahai syahrul jihad
Engkau kami rindui.
Titisan air mata
Gugur ditangan yang menadah
Mengharap bersinar cahaya
Semoga ibadah kita diterima Allah.
Ketenangan bertakha dihati
Kesyukuran menyedari hikmahnya
Keinsafan membasahi pipi
Kesabaran diuji dan ditempuh dengan redha.
Aku mohon akan kepulanganmu
Kembalilah kepada hati yang merindui
Semoga masa cepat berlalu
Agar engkau menyirami hati kami dengan cahayaNya yang murni.
Notaku

Aku menulis bukan mencari nama
Aku menulis bukan kerana harta
Aku menulis bukan untuk dipuji
Aku menulis bukan kerana terpaksa.
Rangkap ke rangkap
Kalimah demi kalimah
Aku meratap
Aku pasrah.
Aku menulis kerana aku sayang
Aku menulis kerana aku peduli
Aku menulis untuk Kebaikan
Aku menulis kerana Allah
Jiwa yang ikhlas lahirnya dari batin
Sesuci qalam yang aku lakar dinota ini.
Demi untuk kau dan aku
Agar kita saling ingat-menginati
Aku menulis kerana aku sedar
Aku menulis dengan harapan
Aku menulis agar ada perubahan
Aku menulis demi masa yang terbatas.
Jangan kerana harta
jangan kerana ilmu
jangan kerana pangkat
kita lupa dan lalai.
Tuesday, 7 September 2010
Anak liar
Dalam pekatnya malam,
Engkau mengembara,
Bersama darah muda,
Engkau berjalan dengan megah,
Melewati celah barisan manusia,
Hai anak liar,
Mari ke sini,
Tunjukkan kepadaku erti hidup,
Hai anak liar,
Mari ke sini,
Tunjukkan kepadaku erti maruah,
Engkau tenggelam didalam kelafaan,
Lupa jantan betina,
Bagimu semuanya sama,
Tiada yang dapat menghalangmu,
Engkau kata dunia milikmu,
Engkau kata malam adalah milikmu,
Hai anak liar,
Mari ke sini,
Tunjukkan kepadaku erti hidup,
Hai anak liar,
Mari ke sini,
Tunjukkan kepadaku erti maruah,
Dalam kefahamanmu,
hadir kegembiraan yang tiada hujungnya,
mengentas derita dengan dosa,
melayang-layang di dalam syurgamu,
bilakah agaknya engkau akan sedar.
Engkau mengembara,
Bersama darah muda,
Engkau berjalan dengan megah,
Melewati celah barisan manusia,
Hai anak liar,
Mari ke sini,
Tunjukkan kepadaku erti hidup,
Hai anak liar,
Mari ke sini,
Tunjukkan kepadaku erti maruah,
Engkau tenggelam didalam kelafaan,
Lupa jantan betina,
Bagimu semuanya sama,
Tiada yang dapat menghalangmu,
Engkau kata dunia milikmu,
Engkau kata malam adalah milikmu,
Hai anak liar,
Mari ke sini,
Tunjukkan kepadaku erti hidup,
Hai anak liar,
Mari ke sini,
Tunjukkan kepadaku erti maruah,
Dalam kefahamanmu,
hadir kegembiraan yang tiada hujungnya,
mengentas derita dengan dosa,
melayang-layang di dalam syurgamu,
bilakah agaknya engkau akan sedar.
Monday, 6 September 2010
Hutan batu
Aku menggorak langkah,
Menjejak kaki,
Di lantai bumi yang retaknya seribu,
Di sini semua orang merasa megah,
Mejalani hidup sehari-hari,
Ini kisah hidupku di hutan batu.
Cahaya terik matahari,
Angin yang berpuput lembut,
Pohon nan hijau,
Semuanya diselindungi,
Oleh batu-batu yang tiada raput,
Bangunan yang tinggi lagi memukau.
Manusia berkeliaran,
Sibuk dengan hal mereka,
Perlbagai kerenah dilihat,
Mata ini menjadi saksi pergelutan,
Meredah kehidupan di ibu kota,
Di sini hadir kemewahan dan pangkat.
Sedih dan tawa berjalan seiringan,
Yang miskin duduk di tepi jalanan,
Mengharap simpati dari orang,
Yang kaya ditenggelami kebakhilan,
Mereka lupa makna kesusahan,
Lupa erti berkasih sayang.
Malam menjelang,
Riuhnya suara bergema disetiap bangunan,
Setiap lorong yang aku lalui,
Pasti ada saja dugaan yang datang,
Suara azan diabaikan,
Seruan Allah dilupai.
Laungan manusia di pasar raya,
Kesibukan yang tiada penghujung,
Aku melihatnya hingga dini hari,
Aku berdoa,
dilindungi dari bencana yang tidak diundang,
semoga hidup di hutan batu ini dirahmati.
Aku menggorak langkah,
Di sini,
Di hutan batu,
Untuk mencari rezeki dan barakah,
Bukan menghambakan diri kepada duniawi,
Tapi kerana Allah yang satu.
Menjejak kaki,
Di lantai bumi yang retaknya seribu,
Di sini semua orang merasa megah,
Mejalani hidup sehari-hari,
Ini kisah hidupku di hutan batu.
Cahaya terik matahari,
Angin yang berpuput lembut,
Pohon nan hijau,
Semuanya diselindungi,
Oleh batu-batu yang tiada raput,
Bangunan yang tinggi lagi memukau.
Manusia berkeliaran,
Sibuk dengan hal mereka,
Perlbagai kerenah dilihat,
Mata ini menjadi saksi pergelutan,
Meredah kehidupan di ibu kota,
Di sini hadir kemewahan dan pangkat.
Sedih dan tawa berjalan seiringan,
Yang miskin duduk di tepi jalanan,
Mengharap simpati dari orang,
Yang kaya ditenggelami kebakhilan,
Mereka lupa makna kesusahan,
Lupa erti berkasih sayang.
Malam menjelang,
Riuhnya suara bergema disetiap bangunan,
Setiap lorong yang aku lalui,
Pasti ada saja dugaan yang datang,
Suara azan diabaikan,
Seruan Allah dilupai.
Laungan manusia di pasar raya,
Kesibukan yang tiada penghujung,
Aku melihatnya hingga dini hari,
Aku berdoa,
dilindungi dari bencana yang tidak diundang,
semoga hidup di hutan batu ini dirahmati.
Aku menggorak langkah,
Di sini,
Di hutan batu,
Untuk mencari rezeki dan barakah,
Bukan menghambakan diri kepada duniawi,
Tapi kerana Allah yang satu.
Sunday, 5 September 2010
Aku dan hujan
Suara petir membelah langit,
Hujan yang turun tanpa berita,
Aku gentar dan aku takut,
Menyaksikan kekuasan Allah semata-mata.
Ombak menghempas daratan,
Angin bertiup tanpa arah,
Pokok bergoyang seakan tiada tujuan,
Cahaya petir yang terang memanah.
Aku terdiam bisu,
Melihat hujan yang turun,
Mengaburi jalananku,
Membasahi bumi yang kesedihan.
Aku merenung ke langit yang luas,
Melihat pekatnya awanan merah,
Berdoa kepadanya dengan ikhlas,
Supaya kami dilindungi dari segala bencana dan fitnah.
Hujan yang turun tanpa berita,
Aku gentar dan aku takut,
Menyaksikan kekuasan Allah semata-mata.
Ombak menghempas daratan,
Angin bertiup tanpa arah,
Pokok bergoyang seakan tiada tujuan,
Cahaya petir yang terang memanah.
Aku terdiam bisu,
Melihat hujan yang turun,
Mengaburi jalananku,
Membasahi bumi yang kesedihan.
Aku merenung ke langit yang luas,
Melihat pekatnya awanan merah,
Berdoa kepadanya dengan ikhlas,
Supaya kami dilindungi dari segala bencana dan fitnah.
Saturday, 4 September 2010
Endless moments
Friday, 3 September 2010
Rindu diambang fajar
Fajar menggamit kalbuku,
Embun dingin berkilauan,
Seperti permata di hujung dedaunan.
Satu demi satu,
Bintang-bintang kejora yang bertaburan,
Berselindung dibalik cahaya mentari dan awan.
Teras hatiku diselimuti syahdu,
Merindui kekasih nan jauh di rantauan,
Hajat hati ingin melihat ikhlasnya senyuman.
Aku terdiam dan terpaku,
Mengamati mentari yang kian menjelma,
Memuji keaggungan ciptaan-Nya.
Ombak yang menderu,
Sampaikan salam rinduku kepadanya,
Dengan doa agar dilindungi sepanjang masa.
Embun dingin berkilauan,
Seperti permata di hujung dedaunan.
Satu demi satu,
Bintang-bintang kejora yang bertaburan,
Berselindung dibalik cahaya mentari dan awan.
Teras hatiku diselimuti syahdu,
Merindui kekasih nan jauh di rantauan,
Hajat hati ingin melihat ikhlasnya senyuman.
Aku terdiam dan terpaku,
Mengamati mentari yang kian menjelma,
Memuji keaggungan ciptaan-Nya.
Ombak yang menderu,
Sampaikan salam rinduku kepadanya,
Dengan doa agar dilindungi sepanjang masa.
Thursday, 2 September 2010
Bapa bangsawan negara
Terima kasih kerana telah menghiburkan hati kami
Atas segala jasa yang telah engkau korbankan
Kami akan merinduimu
Senyumanmu akan kekal kami lakar didalam hati
Setelah sekian lama engkau menaburkan senyuman
Kini saatnya engkau kembali kepada Tuhan yang satu.
Wajahmu menghiasi layar kaca
Gelak tawamu memecahkan kesunyian
Keikhlasan diraut wajahmu kami hayati
Engkaulah seniman yang berjasa
Dan kami menyayangimu walau tiada pertalian
Wahai bapa bangsawan negara yang kami sanjungi.
Damailah engkau di sana
Kami di sini akan tetap mendoakanmu
Walau seribu tahun berlalu
Walau seribu wajah menjelma
Tiada nyawa yang bisa menggantimu
Tiada perwatakan seikhlas darimu.
Wednesday, 1 September 2010
I am a guard
I woke up to the call of dawn,
I look outside and wonder,
Will today make my face frown?
And,
How today will differ from any other day,
Standing on these ground,
As long as I am still under this uniform,
I bear the burden and responsibility,
A responsibility that no one can understand,
But me,
I sacrifice my time to earn not as much as I can get,
But to learn from what I can handle,
And to be of use to the community,
Not to be an obstacle to them,
This baton never been used so far,
Sometime I think to myself that if it’s just for display,
From dawn to dusk,
Under the sun I roast,
Under these certain pressure I struggle,
Only the eyes of those under this uniform can relate,
How we feel each and every day of our life,
We throw smiles a million times,
But frown are all we get,
Yet we still smile and keep our feelings at bay,
For we know what best and what not,
Every step I take will be watch,
Every mistake I make will be written,
I know how easy it may seem to other people,
For once if I had a wish,
I wish only for them to be in this shoe for a while,
I never regret doing what I do now,
Because I know I choose this path,
Small as it may be,
But the responsibility is endless,
I am a guard and a human being as well,
And thus I can say that I am what I am,
And I am not what I am without my uniform.
I look outside and wonder,
Will today make my face frown?
And,
How today will differ from any other day,
Standing on these ground,
As long as I am still under this uniform,
I bear the burden and responsibility,
A responsibility that no one can understand,
But me,
I sacrifice my time to earn not as much as I can get,
But to learn from what I can handle,
And to be of use to the community,
Not to be an obstacle to them,
This baton never been used so far,
Sometime I think to myself that if it’s just for display,
From dawn to dusk,
Under the sun I roast,
Under these certain pressure I struggle,
Only the eyes of those under this uniform can relate,
How we feel each and every day of our life,
We throw smiles a million times,
But frown are all we get,
Yet we still smile and keep our feelings at bay,
For we know what best and what not,
Every step I take will be watch,
Every mistake I make will be written,
I know how easy it may seem to other people,
For once if I had a wish,
I wish only for them to be in this shoe for a while,
I never regret doing what I do now,
Because I know I choose this path,
Small as it may be,
But the responsibility is endless,
I am a guard and a human being as well,
And thus I can say that I am what I am,
And I am not what I am without my uniform.
Friday, 27 August 2010
Gadis kecil

Wahai gadis kecil
Apakah yang ada di tanganmu?
Wajahmu seakan ingin mengatakan sesuatu.
Mana ibumu dan mana ayahmu?
Matamu yang biru adalah amat indah
Namun kenapa ianya memandang dengan resah gelisah?
Ditanganmu ada sekeping roti
Kau mengendong boneka yang lama
Seolah-olah kau mengharapkan kasih sayangnya.
Wahai gadis kecil
Renungan matamu membisik dikalbu
Merindui kelembutan kasih sayang seorang ibu.
Senyumlah wahai si gadis
Gembiralah seakan dunia milikmu
Kerana perjalanan ini masih cerah dihadapanmu.
Langkah demi selangkah
Aku berdoa atas kesejahteraanmu di sana
Aku mohon kau sentiasa dilindungi oleh-Nya.
Wednesday, 18 August 2010
Endless moments
Tuesday, 17 August 2010
MERDEKA?

Merdekakah kita?
Selamatkah kita?
Bebaskah kita?
Bersatukah kita?
Pemikiran asing
Mengkabuti minda kita
Agama yang suci
Kian hari kian luput
Di manakah hati pejuang
Tatkala kita memerlukannya
Kata-kata Cuma dilontarkan tanpa aksi
Manusia berubah tiada berhati perut.
Sepasang mata
Setiap malam mahupun siang
Liar melihat ke kiri dan kanan
Meramal di manakah bahaya
Di manakah tempat berlindung
Setiap detik dibelenggu ketakutan.
Laungan merdeka disebarkan
Di semarakkan
Tapi tidak semua yang menghayatinya
Mereka masih lagi mempersendakan
Dengan kejahilan
Mereka bangga seolah-olah diri mereka berkuasa.
Setiap detik pasti ada nyawa yang melayang
Kanak-kanak menangis
Kedamaian tiada lagi bermakna
Adakah masih wujud perasaan berkasih sayang
Di dunia yang hatinya sudah terhiris
Kekalutan dan kejahilan yang nyata.
Monday, 16 August 2010
My faith
Ever felt like escaping?
To the hills and mountain,
Through the forest and jungle,
Yet everything still remain,
Fly like an eagle.
Will everything worth escaping?
Sometimes,
We look far into the distant,
Hoping for a change,
Searching for judgment,
Just to learn to be love in exchange.
Nevertheless,
We always forget,
Where the love come from,
We never know where the ball stops in roulette,
We often forget that we are already home.
Life brings joy,
Even for you and me,
We always take everything for granted,
We played life like a toy,
Never wanting to care what people see,
We only think to run wild and naked.
Bless,
Life always smells fresh,
Only we made it gloom,
We tainted it with trash,
We wasted everything to doom.
Be thankful,
Because God always love you and I,
Though in good time nor bad times,
I know everything happen for a reason to see,
Just so He forgives our crime.
To the hills and mountain,
Through the forest and jungle,
Yet everything still remain,
Fly like an eagle.
Will everything worth escaping?
Sometimes,
We look far into the distant,
Hoping for a change,
Searching for judgment,
Just to learn to be love in exchange.
Nevertheless,
We always forget,
Where the love come from,
We never know where the ball stops in roulette,
We often forget that we are already home.
Life brings joy,
Even for you and me,
We always take everything for granted,
We played life like a toy,
Never wanting to care what people see,
We only think to run wild and naked.
Bless,
Life always smells fresh,
Only we made it gloom,
We tainted it with trash,
We wasted everything to doom.
Be thankful,
Because God always love you and I,
Though in good time nor bad times,
I know everything happen for a reason to see,
Just so He forgives our crime.
Sunday, 15 August 2010
Endless moments
Saturday, 14 August 2010
SYAHRUL UKHUWAH
Bulan ramadan adalah bulan aggung,
Maka tingkatkanlah amal ibadah,
Agar kelak hidupmu akan terang,
Usah mengeluh dan usah resah.
Jagalah setiap tingkah laku kita,
Ingatlah bahawa lidah itu cermin hati,
Apa yang baik kita sebarkan bersama,
Agar dibulan ini kita semua dirahmati.
Terawih didirikan dengan hati ikhlas suci,
Memohon ampun atas dosa-dosa sukar digegar,
Amalan rasulallah kita contohi,
Mencari berkah dimalam lailatul qadar.
Maka tingkatkanlah amal ibadah,
Agar kelak hidupmu akan terang,
Usah mengeluh dan usah resah.
Jagalah setiap tingkah laku kita,
Ingatlah bahawa lidah itu cermin hati,
Apa yang baik kita sebarkan bersama,
Agar dibulan ini kita semua dirahmati.
Terawih didirikan dengan hati ikhlas suci,
Memohon ampun atas dosa-dosa sukar digegar,
Amalan rasulallah kita contohi,
Mencari berkah dimalam lailatul qadar.
Thursday, 29 July 2010
Endless moments
Wednesday, 28 July 2010
KENANGANKU
Bila ku terkenangkan namamu,
Bermainlah ingatan masa lalu,
Apabila kau berada dekat disampingku,
Bagai dunia milik kau dan aku.
Namun kini mendung diwajahmu,
Berlinangan hujan membasahi pipimu,
Katakan lah wahai kekasihku,
Apa yang membuat diri bersedih.
Ku hulurkan tanganku,
ku husapi air matamu,
Agar engkau tahu,
Betapa cintaku padamu.
Janganlah kau sedih,
Jangan pula kau mengeluh,
Aku akan tetap menyayangimu,
Walau siang dan malam.
Kasihku kepadamu,
Akan selalu bertakhta dihati,
Walau sampai ke hujung waktu,
Cinta ini tetap bersemi dihati.
Senyumlah wahai kekasih,
Engkau lah lambang semangatku di dunia,
Walau sekiranya hatiku tersisih,
Pasti ia akan kembali ke hatimu jua.
Bermainlah ingatan masa lalu,
Apabila kau berada dekat disampingku,
Bagai dunia milik kau dan aku.
Namun kini mendung diwajahmu,
Berlinangan hujan membasahi pipimu,
Katakan lah wahai kekasihku,
Apa yang membuat diri bersedih.
Ku hulurkan tanganku,
ku husapi air matamu,
Agar engkau tahu,
Betapa cintaku padamu.
Janganlah kau sedih,
Jangan pula kau mengeluh,
Aku akan tetap menyayangimu,
Walau siang dan malam.
Kasihku kepadamu,
Akan selalu bertakhta dihati,
Walau sampai ke hujung waktu,
Cinta ini tetap bersemi dihati.
Senyumlah wahai kekasih,
Engkau lah lambang semangatku di dunia,
Walau sekiranya hatiku tersisih,
Pasti ia akan kembali ke hatimu jua.
Saturday, 17 July 2010
DUNIA
Aku meneruskan perjalanan ini,
Bersama hati yang sedih,
Tiada teman untuk mendampingi,
Apa yang ada cuma secebis hati yang pedih.
Apabila malam menjelang,
Angin yang berpuput lembut,
Menemani jiwa yang sulong,
Aku pun merenung kepada gelap malam yang memekat.
Mengapa manusia itu kejam?
Kanak-kanak dan wanita,
Korban mangsa keadaan yang tiada kelam,
Usahlah bersengketa kerana hal yang dapat dibawa kemeja.
Ketuklah pada pintu hati sendiri,
Renungkan apa yang akan terjadi kepada dunia,
Sekiranya kita masih lagi mementingkan diri,
Tenggelam didalam arus masa yang penuh bencana.
Bersama hati yang sedih,
Tiada teman untuk mendampingi,
Apa yang ada cuma secebis hati yang pedih.
Apabila malam menjelang,
Angin yang berpuput lembut,
Menemani jiwa yang sulong,
Aku pun merenung kepada gelap malam yang memekat.
Mengapa manusia itu kejam?
Kanak-kanak dan wanita,
Korban mangsa keadaan yang tiada kelam,
Usahlah bersengketa kerana hal yang dapat dibawa kemeja.
Ketuklah pada pintu hati sendiri,
Renungkan apa yang akan terjadi kepada dunia,
Sekiranya kita masih lagi mementingkan diri,
Tenggelam didalam arus masa yang penuh bencana.
Friday, 9 July 2010
To let the world be
Let the world be,
To run freely into flowery meadow,
When all hopes are long gone,
If things are not use to be,
When life keeps on to grow,
You will know that I will be here for you alone.
Let the world be,
So we may taste the air,
Feel the freedom we long for,
It things are meant to be,
Our hopes will wait for us there,
Keep waiting until time pass through the door.
Vie sans frontiers,
Just so we may go on,
Leaving nothing but the past,
Vie sans frontiers,
To keep everyone in a bond,
But will this warmth last?
Let the world be,
Far away from war,
Calling in the breeze of freedom,
So that the children can run free,
Men can be seen as a savior,
And women are no longer an item.
Let the world be,
Drifting all the bad things away,
Letting the flowers to bloom,
If this is how things suppose to be,
Then I be here weeping my tears away,
Just to make sure life resumes.
To run freely into flowery meadow,
When all hopes are long gone,
If things are not use to be,
When life keeps on to grow,
You will know that I will be here for you alone.
Let the world be,
So we may taste the air,
Feel the freedom we long for,
It things are meant to be,
Our hopes will wait for us there,
Keep waiting until time pass through the door.
Vie sans frontiers,
Just so we may go on,
Leaving nothing but the past,
Vie sans frontiers,
To keep everyone in a bond,
But will this warmth last?
Let the world be,
Far away from war,
Calling in the breeze of freedom,
So that the children can run free,
Men can be seen as a savior,
And women are no longer an item.
Let the world be,
Drifting all the bad things away,
Letting the flowers to bloom,
If this is how things suppose to be,
Then I be here weeping my tears away,
Just to make sure life resumes.
Sunday, 20 June 2010
Kesedaran
Aku ingin menggentas segala yang belum tercapai,
Menahan tangis didalam kesunyian,
Meredah disebalik ombak sukar menggapai,
Baru kini aku sedar erti penderitaan.
Aku di belenggu kekalutan,
Jari-jemari ku bagaikan tiada bermaya,
Walaupun mata ini aku pejam,
Bagai berada didalam mimpi yang nyata.
Impian demi impan aku meratap,
Warna warni kehidupan kian memudar,
Kemana perginya semangat yang dulunya berdiri tegap,
Waktu akan terus saja berjalan berputar-putar.
Langkah ku terhenti diperjalanan ini,
Mata ku meratap cahaya nun jauh di sana,
Kembali ke jalan yang dulu pernah ku tinggali,
Segalanya adalah takdir dariNya.
Nafas yang aku hembuskan ini,
Sejuk bagai tiada kehangatan,
Kesilapan yang sentiasa menyapa diri,
Kalimah yang diukir tanpa kejiwaan.
Apalah gunanya sepasang sayap yang indah gemalai,
Walaupun terbang setinggi mana,
Walaupun terbang menrentas lahar dan badai,
Kita tidak mampu untuk lari dari takdir yang sedia ada.
Menahan tangis didalam kesunyian,
Meredah disebalik ombak sukar menggapai,
Baru kini aku sedar erti penderitaan.
Aku di belenggu kekalutan,
Jari-jemari ku bagaikan tiada bermaya,
Walaupun mata ini aku pejam,
Bagai berada didalam mimpi yang nyata.
Impian demi impan aku meratap,
Warna warni kehidupan kian memudar,
Kemana perginya semangat yang dulunya berdiri tegap,
Waktu akan terus saja berjalan berputar-putar.
Langkah ku terhenti diperjalanan ini,
Mata ku meratap cahaya nun jauh di sana,
Kembali ke jalan yang dulu pernah ku tinggali,
Segalanya adalah takdir dariNya.
Nafas yang aku hembuskan ini,
Sejuk bagai tiada kehangatan,
Kesilapan yang sentiasa menyapa diri,
Kalimah yang diukir tanpa kejiwaan.
Apalah gunanya sepasang sayap yang indah gemalai,
Walaupun terbang setinggi mana,
Walaupun terbang menrentas lahar dan badai,
Kita tidak mampu untuk lari dari takdir yang sedia ada.
Sunday, 13 June 2010
Untuk semua al-jami'ah
Hidup ini semakin senja,
Melayari lautan yang penuh dugaan,
Apalah erti kehidupan tanpa mengingatiNya,
Hanya kerana kuasaNya kita mampu meneruskan perjuangan.
Dosa wujud disetiap diri manusia,
Lahirnya nyawa ke dunia ini bagai kain putih,
Namun orang tua juga yang akan mendidiknya,
Teruskan perjuangan hidup mu tanpa merasa kesal dan sedih.
Memang semua yang indah itu terselindung,
Yang buruk pula sentiasa mengamit diri,
Apapun jua yang menanti kita nun jauh dihujung,
Sentiasalah berdoa dan meminta ditunjukan ke jalan yang diredhai.
Aku disini tidak ingin menunding jari pada sesiapa,
Sedangkan diri ini pun tidak jauh berbeza,
Aku mengarang kalimah ini bukan kerana untuk mendapatkan nama,
Cuma aku ingin mengingati bahawa hidup ini bukan milik kita.
Melayari lautan yang penuh dugaan,
Apalah erti kehidupan tanpa mengingatiNya,
Hanya kerana kuasaNya kita mampu meneruskan perjuangan.
Dosa wujud disetiap diri manusia,
Lahirnya nyawa ke dunia ini bagai kain putih,
Namun orang tua juga yang akan mendidiknya,
Teruskan perjuangan hidup mu tanpa merasa kesal dan sedih.
Memang semua yang indah itu terselindung,
Yang buruk pula sentiasa mengamit diri,
Apapun jua yang menanti kita nun jauh dihujung,
Sentiasalah berdoa dan meminta ditunjukan ke jalan yang diredhai.
Aku disini tidak ingin menunding jari pada sesiapa,
Sedangkan diri ini pun tidak jauh berbeza,
Aku mengarang kalimah ini bukan kerana untuk mendapatkan nama,
Cuma aku ingin mengingati bahawa hidup ini bukan milik kita.
Sunday, 6 June 2010
Lambaian kekasih
Bukan niatku,
Untuk menyakiti hatimu,
Tapi segalanya sudah berlalu,
Biarkan saja ia pergi bersama waktu,
Hadirmu Cuma sementara,
Kehangatan cintamu tidak lagi ku rasa,
Senyuman pada wajahmu pudar tidak bermaya,
munkgin kita tidak ditakdirkan untuk bersama,
aku melihat langit,
aku merenung laut,
aku berdiri di kaki bukit,
hanya yang ku dapat adalah kenangan pahit,
Maafkanlah diriku jika membuatmu menangis,
Perpisahan ini sungguh jelas,
Umpama hatiku dihiris,
Badanku luka digores,
Hidup kita berdua cuma ada resah gelisah,
Tiada lagi kenangan indah,
Segala impian punah,
Yang ada Cuma hati yang pasrah,
Setakat ini sajalah cerita kita,
Hentikanlah kenangan yang lara,
Mulakanlah harimu esok seperti api yang membara,
Sesunguhnya jika kita ditakdirkan bersama,
Pasti suatu hari nanti kita akan bertemu jua.
Untuk menyakiti hatimu,
Tapi segalanya sudah berlalu,
Biarkan saja ia pergi bersama waktu,
Hadirmu Cuma sementara,
Kehangatan cintamu tidak lagi ku rasa,
Senyuman pada wajahmu pudar tidak bermaya,
munkgin kita tidak ditakdirkan untuk bersama,
aku melihat langit,
aku merenung laut,
aku berdiri di kaki bukit,
hanya yang ku dapat adalah kenangan pahit,
Maafkanlah diriku jika membuatmu menangis,
Perpisahan ini sungguh jelas,
Umpama hatiku dihiris,
Badanku luka digores,
Hidup kita berdua cuma ada resah gelisah,
Tiada lagi kenangan indah,
Segala impian punah,
Yang ada Cuma hati yang pasrah,
Setakat ini sajalah cerita kita,
Hentikanlah kenangan yang lara,
Mulakanlah harimu esok seperti api yang membara,
Sesunguhnya jika kita ditakdirkan bersama,
Pasti suatu hari nanti kita akan bertemu jua.
Saturday, 22 May 2010
Hold me tonight
Hold me tonight,
Because I know this won’t last forever,
There is no use of us to hate,
When we know we still long for each other,
It is never too late,
To say those words you wanted to say to me here and after.
When I depart from you,
Then you will understand what it’s like to miss someone,
It’s always true,
I am not a perfect person,
I can’t even write letters to you,
When I come back I will carry you in my arms.
It is not my wish to go,
I know you won’t let me be,
But I have to,
This life we choose does not come easy,
I promise to always love you,
No matter where I will be.
Eye for eye,
Kiss for kiss,
When I say goodbye,
I will return with my promise.
Because I know this won’t last forever,
There is no use of us to hate,
When we know we still long for each other,
It is never too late,
To say those words you wanted to say to me here and after.
When I depart from you,
Then you will understand what it’s like to miss someone,
It’s always true,
I am not a perfect person,
I can’t even write letters to you,
When I come back I will carry you in my arms.
It is not my wish to go,
I know you won’t let me be,
But I have to,
This life we choose does not come easy,
I promise to always love you,
No matter where I will be.
Eye for eye,
Kiss for kiss,
When I say goodbye,
I will return with my promise.
Rain (translation to late Sudirman’s song ‘hujan’
The rain that falls like pearls,
It shines, twinkles and sparkling,
Fertile as it is and the land is vast,
And the wind blows so smoothly,
The love that bloom in the rain,
It waters the drought in the heart,
And the rain falls along with you leaving,
As smooth as the rain falls down,
That is how this love is,
As cheerful as the land that was water,
That is how this hearth is,
The rain that falls along with tears,
With pain and with such affection,
You come and you go,
Leaving,
Missing you again,
It shines, twinkles and sparkling,
Fertile as it is and the land is vast,
And the wind blows so smoothly,
The love that bloom in the rain,
It waters the drought in the heart,
And the rain falls along with you leaving,
As smooth as the rain falls down,
That is how this love is,
As cheerful as the land that was water,
That is how this hearth is,
The rain that falls along with tears,
With pain and with such affection,
You come and you go,
Leaving,
Missing you again,
Wednesday, 19 May 2010
Puisi seminggu
Hari isnin hari selasa,
Aku bangun dan aku berdoa,
Hari selasa hari rabu,
Aku terus berkerja demi mencari rezeki dan kerana Tuhan yang satu,
Hari rabu hari khamis,
Senyuman kekasih tetap saja aku rindu dan aku tetap saja mengemis,
Hari khamis hari jumaat, aku juga terus mengemis dan memohon agar hidup penuh rahmat,
Hari jumaat hari sabtu,
Bebananku semakin berat namun aku terus bersabar dan terus berdoa kepada Tuhanku,
Hari sabtu hari ahad,
Aku ingin menyingkirkan debu yang masih hinggap.
Aku bangun dan aku berdoa,
Hari selasa hari rabu,
Aku terus berkerja demi mencari rezeki dan kerana Tuhan yang satu,
Hari rabu hari khamis,
Senyuman kekasih tetap saja aku rindu dan aku tetap saja mengemis,
Hari khamis hari jumaat, aku juga terus mengemis dan memohon agar hidup penuh rahmat,
Hari jumaat hari sabtu,
Bebananku semakin berat namun aku terus bersabar dan terus berdoa kepada Tuhanku,
Hari sabtu hari ahad,
Aku ingin menyingkirkan debu yang masih hinggap.
Thursday, 13 May 2010
Endless moments
Endless moments
Saturday, 8 May 2010
Endless moments
Friday, 7 May 2010
Endless moments
Wednesday, 5 May 2010
Endless moments
Monday, 26 April 2010
Untuk ayah
Malam ini bulan bercahaya,
Angin bertiup selembut sutera,
Tapi mengapa hatiku resah gelisah,
Seperti daun-daunan yang gugur ke tanah.
Ayahku sudah tua,
Terbaring di atas katil bagai tiada nyawa,
Aku di sini bertemankan hati yang sebak,
Berharap agar ada lagi untuknya hari esok.
Tuhan maha pengasih,
Segalanya sudah tercatat bersih,
Aku hanya hamba mampu berdoa,
Agar masanya belum tiba.
Air mata tiada membawa erti,
Penyesalan patut hadir dalam jiwa ini,
Ketika dia memerlukan kasih,
Adakah diri ini sentiasa berada disisi?
Adalah dia di atas segalanya,
Aku hanya memohon peluang kedua,
walau apa pun yang akan terjadi aku mesti tabah,
Semoga esok masih lagi dapat mendakap sang ayah.
Angin bertiup selembut sutera,
Tapi mengapa hatiku resah gelisah,
Seperti daun-daunan yang gugur ke tanah.
Ayahku sudah tua,
Terbaring di atas katil bagai tiada nyawa,
Aku di sini bertemankan hati yang sebak,
Berharap agar ada lagi untuknya hari esok.
Tuhan maha pengasih,
Segalanya sudah tercatat bersih,
Aku hanya hamba mampu berdoa,
Agar masanya belum tiba.
Air mata tiada membawa erti,
Penyesalan patut hadir dalam jiwa ini,
Ketika dia memerlukan kasih,
Adakah diri ini sentiasa berada disisi?
Adalah dia di atas segalanya,
Aku hanya memohon peluang kedua,
walau apa pun yang akan terjadi aku mesti tabah,
Semoga esok masih lagi dapat mendakap sang ayah.
Sunday, 25 April 2010
Hanya memahami
Adakah mereka memahami,
Akan kerja yang kami lakukan,
Adakah mereka bersimpati,
Atas segala yang telah kami korbankan.
Haruskah diri ini bertelanjang,
Hanya untuk mencuri perhatian,
Sesungguhnya dunia ini amat gersang,
Seolah-olah mereka tidak menghiraukan apa itu kematian.
Sebelum duri menyapa ditapak kai,
Lihatlah pandangan di hadapanmu,
Sebelum ajal datang mengamit diri,
Adakah semua amalan kita dicatat dalam buku.
Tanyalah dari hati sendiri,
Adakah kita sempurna,
Adakah yang yang kita lakukan selama ini membawa erti,
Cuma Tuhan dan diri mu sendiri dapat menilainya.
Akan kerja yang kami lakukan,
Adakah mereka bersimpati,
Atas segala yang telah kami korbankan.
Haruskah diri ini bertelanjang,
Hanya untuk mencuri perhatian,
Sesungguhnya dunia ini amat gersang,
Seolah-olah mereka tidak menghiraukan apa itu kematian.
Sebelum duri menyapa ditapak kai,
Lihatlah pandangan di hadapanmu,
Sebelum ajal datang mengamit diri,
Adakah semua amalan kita dicatat dalam buku.
Tanyalah dari hati sendiri,
Adakah kita sempurna,
Adakah yang yang kita lakukan selama ini membawa erti,
Cuma Tuhan dan diri mu sendiri dapat menilainya.
Thursday, 15 April 2010
Endless moments
Tuesday, 13 April 2010
Endless moments
Monday, 12 April 2010
Respect
We noticed so many had change,
So many that we are not sure of it,
We care less than revenge,
Just to step away from all the heat.
It’s not every day,
It’s not always,
We live life this way,
You will be amaze.
People might not see through us,
They only know how to blame,
To them this life is like in a circus,
They play us like a game.
Respect is earn,
Just so we may look face to face,
Thrust is gain,
Just so we may follow into their pace.
My love for you will carry on,
No matter what I face each day,
Only that keeps me from breaking down,
And let it be that way.
So many that we are not sure of it,
We care less than revenge,
Just to step away from all the heat.
It’s not every day,
It’s not always,
We live life this way,
You will be amaze.
People might not see through us,
They only know how to blame,
To them this life is like in a circus,
They play us like a game.
Respect is earn,
Just so we may look face to face,
Thrust is gain,
Just so we may follow into their pace.
My love for you will carry on,
No matter what I face each day,
Only that keeps me from breaking down,
And let it be that way.
Sunday, 11 April 2010
Hingga ke hujung bumi
Bagai malam yang sunyi,
Nafasku tersentak seketika,
Air mata mula gugur kepipi,
Di sudut kegelapan itu mucul cahaya.
Ku sangkakan semuanya fatamorgana,
Kau hadir di hadapan ku,
Wajah mu terukir senyuman yang selalu ku damba,
Sekian lama kau pergi meninggalkan ku.
Hingga ke hujung bumi,
Cintamu tetap aku bawa,
Ini bukan sebuah janji,
Namun inilah yang nyata
Nafasku tersentak seketika,
Air mata mula gugur kepipi,
Di sudut kegelapan itu mucul cahaya.
Ku sangkakan semuanya fatamorgana,
Kau hadir di hadapan ku,
Wajah mu terukir senyuman yang selalu ku damba,
Sekian lama kau pergi meninggalkan ku.
Hingga ke hujung bumi,
Cintamu tetap aku bawa,
Ini bukan sebuah janji,
Namun inilah yang nyata
Saturday, 10 April 2010
Endless moments
Saturday, 27 March 2010
Niat ku
Tetaplah kau tersenyum,
Demi impian dan cita-cita,
Wajahmu sentiasa bermain dimataku,
Aku di sini tetap menanti bunga yang sekuntum,
Terpaku menatap kecantikanya,
Namun ia bukan tercipta buatku.
Cinta ini tidak pernah wujud dihatimu,
Tuhan berikan aku peluang,
Untuk bersua denganya sekali lagi,
Aku ingin melihat senyuman mu,
Setelah sekian lama menghilang,
Setelah sekian lama aku mencari.
Kau tidak perlu membalas cinta ku,
Dan aku pula tidak akan memaksa,
Mungkin takdir tiada diantara kita berdua,
Kini aku sedar tiada ertinya aku menunggu,
Masa ku lebih bermakna,
Hadir mu di dalam jiwa ini cuma sementara.
Aku hanya ingin menyatakan terima kasih,
Kaulah inspirasi,
Kaulah juga umpama api yang membara jauh di sudut sukma ku,
Biarlah kau memilih,
Samada menerima atau menolak cinta ini,
Asal saja kau tahu niat sejati ku kepada mu.
Demi impian dan cita-cita,
Wajahmu sentiasa bermain dimataku,
Aku di sini tetap menanti bunga yang sekuntum,
Terpaku menatap kecantikanya,
Namun ia bukan tercipta buatku.
Cinta ini tidak pernah wujud dihatimu,
Tuhan berikan aku peluang,
Untuk bersua denganya sekali lagi,
Aku ingin melihat senyuman mu,
Setelah sekian lama menghilang,
Setelah sekian lama aku mencari.
Kau tidak perlu membalas cinta ku,
Dan aku pula tidak akan memaksa,
Mungkin takdir tiada diantara kita berdua,
Kini aku sedar tiada ertinya aku menunggu,
Masa ku lebih bermakna,
Hadir mu di dalam jiwa ini cuma sementara.
Aku hanya ingin menyatakan terima kasih,
Kaulah inspirasi,
Kaulah juga umpama api yang membara jauh di sudut sukma ku,
Biarlah kau memilih,
Samada menerima atau menolak cinta ini,
Asal saja kau tahu niat sejati ku kepada mu.
Thursday, 25 March 2010
War brothers
It is time to go brother,
Moving on to a better beginning and live,
We been fighting all these years,
It is now we put aside our differences and learn to forgive.
The tides may have change to a different mean,
We are no longer such young men,
Neither are we a couple of old men,
You and I need each other to rely upon.
Quit the drinking,
Start praying,
Stop these wrecking,
Start loving.
We may be bound by the rules,
We may be attach to strict orders,
Yet we are brothers worth a jewel,
We are the one who carries the blood of our ancestor.
Soldiers we are.
But brothers we not,
Orders we obey,
But rebel we not.
Moving on to a better beginning and live,
We been fighting all these years,
It is now we put aside our differences and learn to forgive.
The tides may have change to a different mean,
We are no longer such young men,
Neither are we a couple of old men,
You and I need each other to rely upon.
Quit the drinking,
Start praying,
Stop these wrecking,
Start loving.
We may be bound by the rules,
We may be attach to strict orders,
Yet we are brothers worth a jewel,
We are the one who carries the blood of our ancestor.
Soldiers we are.
But brothers we not,
Orders we obey,
But rebel we not.
Tuesday, 9 March 2010
Old Snake
Live the remaining days of your life
You did so much for us
You bled and lost faith on love
Your days are gone blown away like the dust.
You seen so much than our eyes can see
You sacrifice you body in the name of righteous
The best is yet to come
Even if it's not
You still remain calm.
Just like the snake you are
Although the world is better off without snake
Yet to it means so much more
Without you who will be there for our sake.
Your father never sees you and respected you as a son
Not as a brother either
He respected you as a soldier
Whom you had become
You are not a seed of war.
Too many battle you had fought
Too many scars remain onto your body
We will always keep you in our heart
That way we will always remember the hero you never claim to be.
You did so much for us
You bled and lost faith on love
Your days are gone blown away like the dust.
You seen so much than our eyes can see
You sacrifice you body in the name of righteous
The best is yet to come
Even if it's not
You still remain calm.
Just like the snake you are
Although the world is better off without snake
Yet to it means so much more
Without you who will be there for our sake.
Your father never sees you and respected you as a son
Not as a brother either
He respected you as a soldier
Whom you had become
You are not a seed of war.
Too many battle you had fought
Too many scars remain onto your body
We will always keep you in our heart
That way we will always remember the hero you never claim to be.
Thursday, 18 February 2010
People
Let me be all there is to know,
People will not change our lives,
They only need a place to go,
We choose how we wanted to survive.
Along the streets,
Everything seems so fast,
I don’t even got the chance to greet,
People are growing so vast.
Some may throw a smile,
Some may throw a can at you,
Life is so wild,
You never know who might pop up in front of you.
John Wayne or David Blaine,
Who cares about them?
Shania Twain or Celine Dion,
Now that’s what I call entertainment.
Happy shiny types of people,
Enrage fired up types of people,
Smiling all day types of people,
Guilty as charge types of people.
So many people yet so little time,
Let me be all there is to know,
Life is like a sweet lime,
Life is neither fast nor slow.
People will not change our lives,
They only need a place to go,
We choose how we wanted to survive.
Along the streets,
Everything seems so fast,
I don’t even got the chance to greet,
People are growing so vast.
Some may throw a smile,
Some may throw a can at you,
Life is so wild,
You never know who might pop up in front of you.
John Wayne or David Blaine,
Who cares about them?
Shania Twain or Celine Dion,
Now that’s what I call entertainment.
Happy shiny types of people,
Enrage fired up types of people,
Smiling all day types of people,
Guilty as charge types of people.
So many people yet so little time,
Let me be all there is to know,
Life is like a sweet lime,
Life is neither fast nor slow.
ancala kawya (gunung penyair)

Aksara yang ditulis dengan qalam
Qalam yang seindah alam
Tidak bererti buatku tanpa kasihnya lakaran cinta
Aku sangup menanggung deritanya
Kerana haruma kasturi
Dimataku hadir sang dewi yang lemah gemelai menari
Inikah nirwana
Inikah bencana
Kian hari kian menyepi
Namun aku tetap disini berdiri teguh di ancala kawya.
Ke mana harus aku pergi
Di sini mungkin tiada apa lagi
Apa yang tinggal adalah sisa detik yang telah aku lupakan
Merentasi kehidupan lembaran demi lembaran
Aku berharap akan sampai ke puncak itu
Dengan doa dan zikir semuanya akan dekat disamping ku
Friday, 29 January 2010
15 jam yang lalu
15 jam yang lalu aku adalah seorang yang yang berbeza daripada sekarang. 15 jam yang lalu aku memandu pulang ke rumah. 15 jam yang lalu aku bersendirian di dalam kereta ku. 15 jam yang lalu aku kepenatan dan mengaharapkan kehangatan apabila aku pulang nanti. 15 jam yang lalu aku mengimbas semula akan kehiduapan ku yang lalu. 15 jam yang lalu aku juga tersenyum terkenangkan ulah ku sepanjang hari. 15 jam yang lalu aku terdiam memikirkan jika aku ada menyakiti hati sesiapa saja sepanjang hari. 15 jam yang lalu aku melintasi lebuhraya yang gelap nan sepi. 15 jam lalu aku melihat anak-anak muda memotong dari sebelah kanan ku. 15 jam yang lalu aku melihat seekor tengiling kecil dengan perlahannya menyberangi jalan raya. 15 jam yang lalu aku mendekati simpang rumah ku. 15 jam yang lalu aku melihat pasangan hidupku menanti kepulangan ku di anak tangga. 15 jam yang lalu aku sungguh kasihan melihatnya berjaga sanggup untuk menanti ku. 15 jam lalu aku memeluknya tanda aku kasih dan saying kepadanya dan juga betapa aku rindu kepadanya. 15 jam kemudian aku di sini mengarang apa yang telah terjadi sepanjang 15 jam yang lalu tapi dalam masa 15 jam itu aku percaya segalanya boleh terjadi apa tah lagi dalam masa sesaat. Jadinya nikmatilah kehidupan ini dan bersyukurlah pada yang maha Esa kerana kita masih lagi bernafas di bumi yang nyata ini.
Thursday, 28 January 2010
Kelibat kehidupan
Aku berlari menuju ke lembah sakinah,
Mengharapkan satu keajaiban,
Namun pesona hati kian memberi,
Tajamnya hati nuraini umpama anak panah,
Ia menghala dengan satu tujuan,
Tangisan ku mengering sebelum sampai ke pipi.
Aksara demi aksara aku dibelengu keresahan,
Aku binggung yang mana nyata dan mimpi,
Hatta jauh di sudut atma aku melihat lambaianmu,
Inilah rasanya kehidupan,
Umpama aku hidup hanya untuk setakat ini,
Gengamanmu erat memeluk jari-jemariku.
Aku bukanlah manusia yang begawan,
Hidup ini wujud sang dosa,
Ada masanya aku terlena dibuai nafsu,
Inilah persoalan dalam suatu pencarian,
Pencarian yang kekal tiada penghujungnya,
Semuanya akan berakhir nanti dalam kehidupan kita yang baru.
Aku ingin mencintai semuanya yang indah,
Tapi adakah mereka akan mencintai ku?
Aku tidak ingin keseorangan dalam perjalanan ini,
Aku juga tidak ingin bertemankan hati yang resah,
Perjalanan hidup ini ada banyak lorong untuk dituju,
Tapi adakah ianya akan membawa diri ini kepada yang menanti.
Air mata akan kering,
Luka akan sembuh,
Semuanya akan berlalu,
Gelap akan timbul terang,
Malam akan menjelma subuh,
Namun aku masih lagi di sini berdiri terpaku.
Inilah warkah yang aku cipta,
Mencari ilham yang dilalui,
Membawa cinta yang digengam,
Untuk hidup jauh dari derita,
Disayangi dan bukan untuk dimusuhi,
Inilah kalimah yang ditulis dengan ikhlasnya qalam.
Mengharapkan satu keajaiban,
Namun pesona hati kian memberi,
Tajamnya hati nuraini umpama anak panah,
Ia menghala dengan satu tujuan,
Tangisan ku mengering sebelum sampai ke pipi.
Aksara demi aksara aku dibelengu keresahan,
Aku binggung yang mana nyata dan mimpi,
Hatta jauh di sudut atma aku melihat lambaianmu,
Inilah rasanya kehidupan,
Umpama aku hidup hanya untuk setakat ini,
Gengamanmu erat memeluk jari-jemariku.
Aku bukanlah manusia yang begawan,
Hidup ini wujud sang dosa,
Ada masanya aku terlena dibuai nafsu,
Inilah persoalan dalam suatu pencarian,
Pencarian yang kekal tiada penghujungnya,
Semuanya akan berakhir nanti dalam kehidupan kita yang baru.
Aku ingin mencintai semuanya yang indah,
Tapi adakah mereka akan mencintai ku?
Aku tidak ingin keseorangan dalam perjalanan ini,
Aku juga tidak ingin bertemankan hati yang resah,
Perjalanan hidup ini ada banyak lorong untuk dituju,
Tapi adakah ianya akan membawa diri ini kepada yang menanti.
Air mata akan kering,
Luka akan sembuh,
Semuanya akan berlalu,
Gelap akan timbul terang,
Malam akan menjelma subuh,
Namun aku masih lagi di sini berdiri terpaku.
Inilah warkah yang aku cipta,
Mencari ilham yang dilalui,
Membawa cinta yang digengam,
Untuk hidup jauh dari derita,
Disayangi dan bukan untuk dimusuhi,
Inilah kalimah yang ditulis dengan ikhlasnya qalam.
Wednesday, 20 January 2010
Cinta
Cinta yang mekar di taman,
Cinta yang indah di mata,
Cinta yang disulam,
Cinta yang dirasa.
Aku Cuma ingin melihat semuanya indah,
Demi harapan dan kasih sayang,
Namun tulang tiada wujud di lidah,
Semuanya akan terbang melayang.
Berkat doa dan mahabah,
Aku berharap dapat menemuiNya,
Hanya kepadaNya aku sujud menyembah,
Memohon ampun dan kasih yang abadi selamanya.
Aku berlari,
Aku mencari,
Aku berdiri,
Aku menyayi.
Semuanya keranaMu,
Cinta ini hanya kau mampu memberikanya kepadaku,
Cinta yang tulus ikhlas dariku,
Semuanya aku lakukan untukMu.
Aku tidak ingin terbang,
Cuma aku ingin melihat kehidupan,
Betapa indahnya ciptaan yang maha agung,
Begitulah seindah cintaku bagai siang dan malam.
Cinta yang indah di mata,
Cinta yang disulam,
Cinta yang dirasa.
Aku Cuma ingin melihat semuanya indah,
Demi harapan dan kasih sayang,
Namun tulang tiada wujud di lidah,
Semuanya akan terbang melayang.
Berkat doa dan mahabah,
Aku berharap dapat menemuiNya,
Hanya kepadaNya aku sujud menyembah,
Memohon ampun dan kasih yang abadi selamanya.
Aku berlari,
Aku mencari,
Aku berdiri,
Aku menyayi.
Semuanya keranaMu,
Cinta ini hanya kau mampu memberikanya kepadaku,
Cinta yang tulus ikhlas dariku,
Semuanya aku lakukan untukMu.
Aku tidak ingin terbang,
Cuma aku ingin melihat kehidupan,
Betapa indahnya ciptaan yang maha agung,
Begitulah seindah cintaku bagai siang dan malam.
Tuesday, 19 January 2010
Wondering about myself
I grew tired of looking at other people's life,
Of how happy they are,
Will I ever be like them someday in my life?
I would sacrafice anything just to have that moment to bare.
We are human indeed,
We have feelings and soul,
That is all we ever need,
We make mistakes and we shall take the fall.
I grew tired of growing up with empty promises,
Living in lie is the last thing I wanted and it burdens my back,
Yet everything had already exists,
All I can do is carry on living and going forward onto these track.
No chance for wealth,
I dont mind if I don't grasp it,
I only need to breath,
so that I know I am still among the living not the dead.
Life had taught me so much,
It opened my eyes to see from a better view,
I have my own dream waiting to be touch,
I choose my path so it may lead myself to you.
Of how happy they are,
Will I ever be like them someday in my life?
I would sacrafice anything just to have that moment to bare.
We are human indeed,
We have feelings and soul,
That is all we ever need,
We make mistakes and we shall take the fall.
I grew tired of growing up with empty promises,
Living in lie is the last thing I wanted and it burdens my back,
Yet everything had already exists,
All I can do is carry on living and going forward onto these track.
No chance for wealth,
I dont mind if I don't grasp it,
I only need to breath,
so that I know I am still among the living not the dead.
Life had taught me so much,
It opened my eyes to see from a better view,
I have my own dream waiting to be touch,
I choose my path so it may lead myself to you.
Friday, 15 January 2010
Velours rêve
All the time that we are dreaming,
The lines in our life are fading,
Soft spoken words are whispered,
Tiny fingers grapple onto a thread.
Sweet melody sings into these ears,
It felt real it felt flying into the atmosphere.
The stars are dancing with you,
The moon is flatter by the beauty of you.
Take flight on my wing,
Hold my body as we are hovering and sing.
Loving is the least we can do,
As long as dream still carry on to go.
Only in a velvet dream we can feel,
Thus only you can make me real.
The lines in our life are fading,
Soft spoken words are whispered,
Tiny fingers grapple onto a thread.
Sweet melody sings into these ears,
It felt real it felt flying into the atmosphere.
The stars are dancing with you,
The moon is flatter by the beauty of you.
Take flight on my wing,
Hold my body as we are hovering and sing.
Loving is the least we can do,
As long as dream still carry on to go.
Only in a velvet dream we can feel,
Thus only you can make me real.
Thursday, 14 January 2010
You are destiny
Every road I go to, it will always lead to you.
No matter how hard I try, no matter how much I cry.
In the end its destiny, we are meant to be.
We only live once and if we live right, perhaps once is all we need and always feel safe throughout the night.
You don't let others to control this life; you only leave everything on our hands to survive.
No matter how hard I try, no matter how much I cry.
In the end its destiny, we are meant to be.
We only live once and if we live right, perhaps once is all we need and always feel safe throughout the night.
You don't let others to control this life; you only leave everything on our hands to survive.
Saturday, 9 January 2010
Apartment lover
Is it hard to see?
Where the things are ought to be,
Every corner of your life tells a story,
In which only you can share the glory.
In my eyes I see your face,
In your eyes you see me out of place.
Everything I do is just for you,
And all that I ask in return is you to say ‘I love you’.
When I glaze beyond my imagination,
I understand that you will never be mine.
Your scent will always lingers around me,
It’s just like a stain of memory.
Through the clouds I see big hopes,
But now all that hopes must come to a stop.
It’s not because I am giving up you,
The reason was because I respect you.
I’m not a man of many words,
And I never see onto your fault.
Although that we may stumble onto each other,
It’s not often but always around the corner.
We live in the same apartment,
But our heart will never be eternally bond.
Where the things are ought to be,
Every corner of your life tells a story,
In which only you can share the glory.
In my eyes I see your face,
In your eyes you see me out of place.
Everything I do is just for you,
And all that I ask in return is you to say ‘I love you’.
When I glaze beyond my imagination,
I understand that you will never be mine.
Your scent will always lingers around me,
It’s just like a stain of memory.
Through the clouds I see big hopes,
But now all that hopes must come to a stop.
It’s not because I am giving up you,
The reason was because I respect you.
I’m not a man of many words,
And I never see onto your fault.
Although that we may stumble onto each other,
It’s not often but always around the corner.
We live in the same apartment,
But our heart will never be eternally bond.
The wanderer: part 3
Many days had passed,
A wanderer arrived in a holy ground,
His journey still continues to the east,
Without knowing what he might find,
It takes more than courage,
It takes more than power,
Travelling alone might only be a last wage,
A journey accompanied by the Grim Reaper,
It’s never a pleasant sight,
Seeing countless lives were vanished,
For only one reason to fight,
Walking endlessly to the west,
Like a mad man with obsession,
Each steps hunger for flesh,
The wanderer’s journey will soon come to end.
A wanderer arrived in a holy ground,
His journey still continues to the east,
Without knowing what he might find,
It takes more than courage,
It takes more than power,
Travelling alone might only be a last wage,
A journey accompanied by the Grim Reaper,
It’s never a pleasant sight,
Seeing countless lives were vanished,
For only one reason to fight,
Walking endlessly to the west,
Like a mad man with obsession,
Each steps hunger for flesh,
The wanderer’s journey will soon come to end.
Thursday, 7 January 2010
In another life

In another life I might be a better person,
In another life I might be a billionaire,
In another life I might be someone who likes to give reason,
In another life I might be drowning myself with tears.
Yet why should I even bother,
This is the life I’m living now,
This is not the reason why I’m here,
This is my show.
In another life I might be a sinner,
In another life I might be homeless man,
In another life I might be a preacher,
In another life I might be someone who is running away from passion.
That’s not me,
That’s not even me in the corner,
I’m here living for the moment to see,
Just so I may witness all the things I can bare.
Wednesday, 6 January 2010
A heart to live in
There are moments in time,
Where the games are not played like they use to,
We step up and cross the line,
So that others can see us through.
Beyond the light there is happiness,
A sensation only she can feel,
I’m trying to look for answers,
The river flows to heal.
If you are someone who you claim to be,
Then why I’m not convince,
Are you trying to lie to me?
With your existent nothing is making any sense.
She would walk away with tears,
Never to turn back to that place,
Even for many years,
She is just a girl who believes her heart is where home is.
Where the games are not played like they use to,
We step up and cross the line,
So that others can see us through.
Beyond the light there is happiness,
A sensation only she can feel,
I’m trying to look for answers,
The river flows to heal.
If you are someone who you claim to be,
Then why I’m not convince,
Are you trying to lie to me?
With your existent nothing is making any sense.
She would walk away with tears,
Never to turn back to that place,
Even for many years,
She is just a girl who believes her heart is where home is.
Tuesday, 5 January 2010
The sun
I am tired of being push around,
Trying to stand on my feet,
Being able to stomp this ground,
Just so I may taste the sweat coming out from my head.
The blazing sun arise,
I soon wake up to realize.
That you are beside me for another surprise,
Yet I can’t relate to the path I cross.
Under the sky I took shade,
My eyes were burning and bloodshot,
But people can only stare and glaze,
I just move on and look for another good spot.
The path might be greener on the other side,
But is it greener than here?
Will I ever find peace there with white light?
The only way to find out is to go there.
Trying to stand on my feet,
Being able to stomp this ground,
Just so I may taste the sweat coming out from my head.
The blazing sun arise,
I soon wake up to realize.
That you are beside me for another surprise,
Yet I can’t relate to the path I cross.
Under the sky I took shade,
My eyes were burning and bloodshot,
But people can only stare and glaze,
I just move on and look for another good spot.
The path might be greener on the other side,
But is it greener than here?
Will I ever find peace there with white light?
The only way to find out is to go there.
Monday, 4 January 2010
A distant paradise
The snow falls like leaves,
The air is cold and shivering,
The lips are in sync but no voice,
All she ever wanted was your loving.
She ran while leaving foot steps behind,
Trying to chase her as you might,
Only emptiness lies beyond,
The day turns itself into night.
He can hear her voice echoed,
Everything that happen are like illusion,
In your memories only lives heartache,
Your eyes are blinded by confusion.
If you had lost your love,
Where will you seek?
If you had lost hope,
Where will you begin to make?
The carousel endlessly going round,
The songs remind you of your childhood,
The only things real about this place is the ground,
It’s the only place where you can be back for good.
Her humming blows through his ear,
Whispering she is not,
Will he ever learn to hear?
Will he ever learn his own fault?
The air is cold and shivering,
The lips are in sync but no voice,
All she ever wanted was your loving.
She ran while leaving foot steps behind,
Trying to chase her as you might,
Only emptiness lies beyond,
The day turns itself into night.
He can hear her voice echoed,
Everything that happen are like illusion,
In your memories only lives heartache,
Your eyes are blinded by confusion.
If you had lost your love,
Where will you seek?
If you had lost hope,
Where will you begin to make?
The carousel endlessly going round,
The songs remind you of your childhood,
The only things real about this place is the ground,
It’s the only place where you can be back for good.
Her humming blows through his ear,
Whispering she is not,
Will he ever learn to hear?
Will he ever learn his own fault?
Subscribe to:
Posts (Atom)










.jpg)




