Ini kisah sedih seorang anak muda
Yang hidupnya tenggelam bersama ibu kota
Lupa akan tujuanya
Segala janji tiada lagi di kota.
Tibanya di kota ini untuk meraih kejayaan
Namun kejayaan itu tiada berkesudahan
Dalam diam ia memamah kehidupan
Hingga harta dan pangkat menjadi pujaan.
Siangnya digerumuni oleh manusia
Malamnya diselimuti oleh sinaran cahaya
Tiada lagi masa untuk menyembah yang Esa
Tiada pula ia menyesalinya.
Hidupnya yang dahulu hina dina
Kini berubah menjadi kaya raya
Tapi sayang ia sudah lupa
Bezanya permata dan kaca.
Hingga datang suatu hari
Semua kekayaan itu pergi
Tinggalah anak muda itu sendiri
Tanpa harta dan harga diri.
Kini sudah tiada lagi tempat untuk di tuju
Hanya berlegar dicelah-celah kaki ibu kota
Merayau meminta belas kasihan
Umpama seorang hamba yang tiada bertuan.
Hidup di kota tak seindah bicara
Kalau terang belum tentu cahaya
Kalau kelam belum tentu gelap gulita
Hakikat hidup belum tentu seindah lakaran yang
tercipta.

No comments:
Post a Comment