Thursday, 22 December 2011

Bermimpi dikala hujan


Dalam nafas malam
Hadir kebingungan
Antara sepi dan kelam
Unggun kehidupan
Kekal membara
Walau diambang suka dan duka

Wajah-wajah kenangan
Membawa erti dalam hidup
Senyuman disebalik kesedihan
Akan merangsang jiwa yang mendambakan keceriaan.

Setetes air hujan
Gugur ditapak tangan ini
Membawa kerisauan dihatiku
Berlari bagai pelesit
Mencari harapan dibawah rimbunan pohon.

Disaat diriku kedinginan
Ku mencari kehangatan
Dan pada ketika itu
Segala harapan yang bertakhta
Sebahagianya telah musnah
Dibawa oleh tiupan malam yang menabur kegelisahan.

Ku lelapkan kedua mataku
Agar suasana malam terlerai
Dan esok apabila mentari terbit
Akanku semai cahayanya
Tapi biarkan malam ini aku bermimpi ditemani oleh suara hujan dan kegelapan malam yang kelam.

Saturday, 17 December 2011

Kereta lama


Seandainya dirimu bisa berbicara
Sudah pasti engkau akan bercerita
Tentang pahit manis kita lalui berdua
Di kala suka dan duka.

Pertama kali kita bertemu
Indah sungguh paras rupamu
Kini masa sudah memamah kita
Tapi jodoh antara kita masih kekal setia.

Hadirnya dirimu dalam hidup ini
Aku mampu menyara hidup
Cerita antara kita berdua akan tetap bersemi
Walau engkau tidak mengerti apa yang aku katakan.

Zahirnya
Engkau adalah kereta lama
Tapi dimataku
Engkaulah asbab mata pencarian rezekiku.

Sunday, 11 December 2011

Jeti sunyi


Di jeti itu
Tatkala embun membeku
Aku hadir dengan mengenggam harapan
Menanti suatu jawapan
Tapi ia tidak kunjung tiba
Hingga mentari menjelma.

Bertemankan suara kicauan burung
Air tasik yang tenang
Aku masih setia menanti
Walau dihujani sepi
Aku merenung ke dasar tasik
Cuma ada bayangan wajah sendiri.

Jeti ini terlalu sunyi
Untuk sekerat kehidupan berlabuh
Tanpa hadirnya harapan
Apalah gunanya sebuah impian
Kini aku tehenti di persimpangan
Terkedu melihat waktu yang berhamburan.

Dalam kesunyian yang pasrah
Sedang aku menyusun langkah
Engkau hadir menyahut diriku
Melambai-lambai ditengah tasik rindu
Namun ia tiada membawa erti lagi
Biarkanlah aku meninggalkan jeti yang sunyi ini
Bersama rindu dan sepi.

Sunday, 4 December 2011

Bulan


Disaat aku kecewa
Mengenang nasib badan
Engkau hadir membawa cahaya
Bersinar diwaktu lena dalam buaian.

Tatkala aku melahirkan hasrat dijiwa
Sambil aku melukis wajahmu
Engkau hanya membisu
Sunyi sepi menyelubungi tirai malam.

Aku nikmati keindahan panorama malam
Bagai tenang tidak beralun
Namun engkau semakin kelam
Menghilang disebalik awan.

Aku berlari ke kaki langit
Mencari ke mana perginya dirimu
Aku lalui denainya bukit
Hingga ke puncak aku sahut namamu.

Awan malam yang menyelubungi tubuhmu
Beredar bersama tiupan bayu
Di saat itu aku tersenyum melihatmu
Maka pudarlah kesedihanku seketika.