Aku menggorak langkah,
Menjejak kaki,
Di lantai bumi yang retaknya seribu,
Di sini semua orang merasa megah,
Mejalani hidup sehari-hari,
Ini kisah hidupku di hutan batu.
Cahaya terik matahari,
Angin yang berpuput lembut,
Pohon nan hijau,
Semuanya diselindungi,
Oleh batu-batu yang tiada raput,
Bangunan yang tinggi lagi memukau.
Manusia berkeliaran,
Sibuk dengan hal mereka,
Perlbagai kerenah dilihat,
Mata ini menjadi saksi pergelutan,
Meredah kehidupan di ibu kota,
Di sini hadir kemewahan dan pangkat.
Sedih dan tawa berjalan seiringan,
Yang miskin duduk di tepi jalanan,
Mengharap simpati dari orang,
Yang kaya ditenggelami kebakhilan,
Mereka lupa makna kesusahan,
Lupa erti berkasih sayang.
Malam menjelang,
Riuhnya suara bergema disetiap bangunan,
Setiap lorong yang aku lalui,
Pasti ada saja dugaan yang datang,
Suara azan diabaikan,
Seruan Allah dilupai.
Laungan manusia di pasar raya,
Kesibukan yang tiada penghujung,
Aku melihatnya hingga dini hari,
Aku berdoa,
dilindungi dari bencana yang tidak diundang,
semoga hidup di hutan batu ini dirahmati.
Aku menggorak langkah,
Di sini,
Di hutan batu,
Untuk mencari rezeki dan barakah,
Bukan menghambakan diri kepada duniawi,
Tapi kerana Allah yang satu.
No comments:
Post a Comment