Aku berlari menuju ke lembah sakinah,
Mengharapkan satu keajaiban,
Namun pesona hati kian memberi,
Tajamnya hati nuraini umpama anak panah,
Ia menghala dengan satu tujuan,
Tangisan ku mengering sebelum sampai ke pipi.
Aksara demi aksara aku dibelengu keresahan,
Aku binggung yang mana nyata dan mimpi,
Hatta jauh di sudut atma aku melihat lambaianmu,
Inilah rasanya kehidupan,
Umpama aku hidup hanya untuk setakat ini,
Gengamanmu erat memeluk jari-jemariku.
Aku bukanlah manusia yang begawan,
Hidup ini wujud sang dosa,
Ada masanya aku terlena dibuai nafsu,
Inilah persoalan dalam suatu pencarian,
Pencarian yang kekal tiada penghujungnya,
Semuanya akan berakhir nanti dalam kehidupan kita yang baru.
Aku ingin mencintai semuanya yang indah,
Tapi adakah mereka akan mencintai ku?
Aku tidak ingin keseorangan dalam perjalanan ini,
Aku juga tidak ingin bertemankan hati yang resah,
Perjalanan hidup ini ada banyak lorong untuk dituju,
Tapi adakah ianya akan membawa diri ini kepada yang menanti.
Air mata akan kering,
Luka akan sembuh,
Semuanya akan berlalu,
Gelap akan timbul terang,
Malam akan menjelma subuh,
Namun aku masih lagi di sini berdiri terpaku.
Inilah warkah yang aku cipta,
Mencari ilham yang dilalui,
Membawa cinta yang digengam,
Untuk hidup jauh dari derita,
Disayangi dan bukan untuk dimusuhi,
Inilah kalimah yang ditulis dengan ikhlasnya qalam.
No comments:
Post a Comment