Aku melawan arus kenyataan,
Agar dapat bertemu kebenaran,
Tapi tiadaku berdaya,
Melawan takdir-Nya,
Dua zaman yang berbeza,
Cuma harapan menjadi perantara,
Sumur kini mengering,
Sawah padi pula menguning,
Tapi persoalan tetap melayang-layang,
Mencari bayang,
Diwaktu senja aku sendiri,
Mengenang hidup yang berlalu pergi,
Tanpa tujuan,
Kini aku bersendirian,
Hatiku bergelora,
Dihembat derita,
Walau tiada jawapan yang menanti,
Aku tetap mencari,
Menuju arah hanyutnya takdir,
Tanpa mengira panas dan hujan petir,
Mengentas zaman kini aku lalui,
Untuk menuju jalan kembali,
Ke jalan yang maha kuasa,
Ke jalan yang Tuhan yang esa.
No comments:
Post a Comment