Jangan engkau pandang aku sebelah mata,
Walau zahirnya diriku cacat,
Namun aku bersyukur pada-Nya,
Meskipun tiada suara lahir dari mulut.
Lebih baik begini,
Daripada pandai bermain kata-kata,
Aku di sini,
Untuk melakar isi hati yang ada didada.
Usah engkau hujaniku dengan penghinaan,
Lambat laun kau akan mengerti,
Makna penyesalan,
Kerana tidakku pinta lahir begini.
Aku tidak pernah meminta apapun jua,
Cukuplah pen dan kertas,
Tidak ku minta wang dan harta,
Tidak jua ku menagih simpati dari hati yang tidak ikhlas.
Aku meniti waktu bersama cita,
Ingin mengejar impian,
Bukan untuk dipandang hina,
Sesungguhnya aku pun makhluk Tuhan.
No comments:
Post a Comment