Thursday, 20 October 2011

Menanti kepulangan


Bila petir menyambar
Bumi bergetar
Suaranya memecah angkasa
Meratap lurus hidup manusia

Nelayan itu
Pergi dikala subuh
Pulang bila senja menjelma
Bertarung rezeki di lautan biru

Anak dan isteri
Menanti kepulangan sang ayah
Berdoa dan berharap
Lurut kebimbangan didada

Angin yang sepoi
Berubah garang
Langit biru yang damai
Berwajah kelam tanpa diundang

Di persisiran mereka menanti
Kepulangan yang belum pasti
Tapi sayang
Penantian itu menyiksa diri
Engkau pun hilang membawa budi

Pergimu berbekal harapan
Sekembalimu membawa duka
Semuanya takdir Tuhan
Siapa yang dapat menukarnya

No comments:

Post a Comment