Gelora ombak kini menjadi tenang
Langit pula membiru
Burung camar riang berterbangan
Berbulan-bulan terasa seakan menghilang
Saatnya bahteraku untuk berlabuh
Setalh sekian lama merentasi lautan.
Begitu banyak dugaan yang datang
Sehingga diriku tak terlena
Setiap saat aku bergadai
Demi mencari kehidupan yang tak terlarang
Bersama itu aku redha
Namun hakikatnya kekalutan ini masih belum terlerai.
Setakat ini masih belum aku temui
Sebuah pangkalan mahupun pulau
Yang nanti sudi menerima bahtera dan diriku
Keresahan ini masih belum dapat aku takluki
sampai bila aku pun tak tahu
Ku berharap sahaja perlayaran ini bakal ada tempat untuk di tuju.
Monday, 30 March 2015
Monday, 19 January 2015
KEMBARA DALAM HUJAN
Hujan telah pun turun
Ia membasahi setiap penjuru
bumi
Tiada yang terselindung daripadanya
Kecuali seorang kembara
jalanan
Bersamanya adalah catatan Rumi
Menceritakan riwayat ahli sufi
yang sudah tiada.
Katanya semua yang dilihat ada
akarnya
Meski rupa bentuk akan bertukar
wajah
Namun isi hati di dalamnya tak
akan pernah berubah
Pada hujan yang semakin kuat
Angin yang menjemput sang
badai
Sejuknya menusuk ke dalam
tulang menulang
Wahai kembara di bumi yang
sarat
Genggam erat apa yang telah
kau semai
Pada pangkalnya tiada yang
bernasib malang.
Katanya kerana cinta segalanya
akan ada
Dan kerana cinta
Apa yang tiada akan tersedia
ada
Percayalah wahai kembara
Kifarahmu itu hanyalah cobaan
Padanya ada kemuliaan
Maka cintailah semuanya pada
setiap saat yang ada
Ketepikan nafsu dunia yang tak
bertuhan
Kecapilah tujuanmu untuk
mencari keteguhan iman.
Monday, 8 December 2014
KISAH SEEKOR BURUNG
Seekor burung kehilangan teman
Di suatu tempat bersama pilu
Dengan setia ia menanti
Walau embun semakin mendingin
Seandainya ia tahu
Bagaimana waktu dapat di ganti
Dalam perjalan yang tidak pasti
Ia merasa kehilangan
Ia berhenti mendendangan siulan merdu
Kini ia terbang sendiri
Setiap pagi hanya terdengar siulan penuh kesedihan
Ia berselindung di antara rapuhnya kayu.
Hari ini ia datang
Tapi bersama teman baharu
Bermain dan berseloka bersama
Alangnya indahnya hidup kita siang dan malam
Walaupun sedih datang bertalu
Akhirnya akan membawa makna.
Sunday, 7 December 2014
ATLANTIS
Di manakah hilangnya Atlantis?
Setiap manusia mencarimu
Wahai pulau legendaris
Manakah terpahatnya riwayatmu?
Adakah engkau berselindung disebalik menara Herakal?
Ataupun engkau hilang dimamah waktu?
Hingga kini menjadi persoalan
Sejarahmu kekal terpahat menjadi debu.
Tuesday, 25 November 2014
TERPUKAU
Perjalanan
di antara lereng bukit bukau
Yang mana
denainya bertapak sumur yang mengalir dengan tenang
membuat
diriku terpukau.
Burung-burung
kecil
Saling
berterbangan
Sepertinya
sedang mengiringi perjalanan ini.
Kaki
langit terbentang indah
Serupa
sebuah lukisan dan secantik warkah.
Apakah
suasana sebegini akan dapat aku nikmati...
Pada esok
hari?
Pada esok
lusa?
Bahkan
hingga ke petang nanti?
Semak
samun yang berwarna hijau
Menyelimuti
kuningnya tanah yang liat
Di
atasnya hinggap seekor pipit
Sedang
menanti pasanganya tanpa risau.
Jauh dari
pemandangan ini
Dapat aku
lihat puncak bukit
Sepertinya
sedang berlumba mencapai perut awan nan putih
Sesungguhnya
inilah erti harmoni
Mentari
pula sebaliknya
Memancar
sinar harapan
Menabur
kesuburan pada wajah kita yang berduka.
Tanyalah
pada diri sendiri
Siapakah
pencipta kesemua keindahan ini
Biarlah
mata hati menjadi saksi
Hatta
bukan pula mata yang melekat pada lambaian duniawi.
Friday, 21 November 2014
ANAK BOSNIA
Kasihan
dia
Anak
Bosnia
Mejalani
hidup bersendirian
Di
celah-celah bangkai bangunan.
Tiada
redup simpati untuk berteduh
Kerana
keluarganya sudah tiada
Siang dan
malam berulamkan hati yang sedih
Dia
memilih untuk lebih cekal dan terus berusaha.
Hebatnya
dia
Anak
Bosnia
Kini
sudah menjadi seorang syahid
Semoga di
tempatkan bersama-sama mereka yang bertauhid.
Monday, 13 October 2014
Gadis desa
Di bawah terik mentari
Di sebuah sawah nan indah
Jauh dari riuhnya ibu kota
Seorang gadis desa menawan sang hati
Melakar khayalan diperbatasan sawah
Angin yang berpuput lembut
Menenangkan suasana resah gelisah
Bila ku tahu hati ini sudah terpaut
Bisikan hati melakar madah.
Subscribe to:
Posts (Atom)


.jpg)
.jpg)

