Tuesday, 25 November 2014

TERPUKAU



Perjalanan di antara lereng bukit bukau
Yang mana denainya bertapak sumur yang mengalir dengan tenang
membuat diriku terpukau.

Burung-burung kecil
Saling berterbangan
Sepertinya sedang mengiringi perjalanan ini.

Kaki langit terbentang indah
Serupa sebuah lukisan dan secantik warkah.

Apakah suasana sebegini akan dapat aku nikmati...
Pada esok hari?
Pada esok lusa?
Bahkan hingga ke petang nanti?

Semak samun yang berwarna hijau
Menyelimuti kuningnya tanah yang liat
Di atasnya hinggap seekor pipit
Sedang menanti pasanganya tanpa risau.

Jauh dari pemandangan ini
Dapat aku lihat puncak bukit
Sepertinya sedang berlumba mencapai perut awan nan putih
Sesungguhnya inilah erti harmoni

Mentari pula sebaliknya
Memancar sinar harapan
Menabur kesuburan pada wajah kita yang berduka.

Tanyalah pada diri sendiri
Siapakah pencipta kesemua keindahan ini
Biarlah mata hati menjadi saksi
Hatta bukan pula mata yang melekat pada lambaian duniawi.

No comments:

Post a Comment