Monday, 19 January 2015

KEMBARA DALAM HUJAN



Hujan telah pun turun
Ia membasahi setiap penjuru bumi
Tiada yang terselindung daripadanya
Kecuali seorang kembara jalanan
Bersamanya adalah catatan Rumi
Menceritakan riwayat ahli sufi yang sudah tiada.

Katanya semua yang dilihat ada akarnya
Meski rupa bentuk akan bertukar wajah
Namun isi hati di dalamnya tak akan pernah berubah

Pada hujan yang semakin kuat
Angin yang menjemput sang badai
Sejuknya menusuk ke dalam tulang menulang
Wahai kembara di bumi yang sarat
Genggam erat apa yang telah kau semai
Pada pangkalnya tiada yang bernasib malang.

Katanya kerana cinta segalanya akan ada
Dan kerana cinta
Apa yang tiada akan tersedia ada

Percayalah wahai kembara
Kifarahmu itu hanyalah cobaan
Padanya ada kemuliaan
Maka cintailah semuanya pada setiap saat yang ada
Ketepikan nafsu dunia yang tak bertuhan
Kecapilah tujuanmu untuk mencari keteguhan iman.

Monday, 8 December 2014

KISAH SEEKOR BURUNG



Seekor burung kehilangan teman
Di suatu tempat bersama pilu
Dengan setia ia menanti
Walau embun semakin mendingin
Seandainya ia tahu
Bagaimana waktu dapat di ganti

Dalam perjalan yang tidak pasti
Ia merasa kehilangan
Ia berhenti mendendangan siulan merdu
Kini ia terbang sendiri
Setiap pagi hanya terdengar siulan penuh kesedihan
Ia berselindung di antara rapuhnya kayu.

Hari ini ia datang
Tapi bersama teman baharu
Bermain dan berseloka bersama
Alangnya indahnya hidup kita siang dan malam
Walaupun sedih datang bertalu

Akhirnya akan membawa makna.

Sunday, 7 December 2014

ATLANTIS


Di manakah hilangnya Atlantis?
Setiap manusia mencarimu
Wahai pulau legendaris
Manakah terpahatnya riwayatmu?

Adakah engkau berselindung disebalik menara Herakal?
Ataupun engkau hilang dimamah waktu?
Hingga kini menjadi persoalan
Sejarahmu kekal terpahat menjadi debu.

Tuesday, 25 November 2014

TERPUKAU



Perjalanan di antara lereng bukit bukau
Yang mana denainya bertapak sumur yang mengalir dengan tenang
membuat diriku terpukau.

Burung-burung kecil
Saling berterbangan
Sepertinya sedang mengiringi perjalanan ini.

Kaki langit terbentang indah
Serupa sebuah lukisan dan secantik warkah.

Apakah suasana sebegini akan dapat aku nikmati...
Pada esok hari?
Pada esok lusa?
Bahkan hingga ke petang nanti?

Semak samun yang berwarna hijau
Menyelimuti kuningnya tanah yang liat
Di atasnya hinggap seekor pipit
Sedang menanti pasanganya tanpa risau.

Jauh dari pemandangan ini
Dapat aku lihat puncak bukit
Sepertinya sedang berlumba mencapai perut awan nan putih
Sesungguhnya inilah erti harmoni

Mentari pula sebaliknya
Memancar sinar harapan
Menabur kesuburan pada wajah kita yang berduka.

Tanyalah pada diri sendiri
Siapakah pencipta kesemua keindahan ini
Biarlah mata hati menjadi saksi
Hatta bukan pula mata yang melekat pada lambaian duniawi.

Friday, 21 November 2014

ANAK BOSNIA

Kasihan dia
Anak Bosnia
Mejalani hidup bersendirian
Di celah-celah bangkai bangunan.

Tiada redup simpati untuk berteduh
Kerana keluarganya sudah tiada
Siang dan malam berulamkan hati yang sedih
Dia memilih untuk lebih cekal dan terus berusaha.

Hebatnya dia
Anak Bosnia
Kini sudah menjadi seorang syahid
Semoga di tempatkan bersama-sama mereka yang bertauhid. 

Monday, 13 October 2014

Gadis desa



Di bawah terik mentari
Di sebuah sawah nan indah
Jauh dari riuhnya ibu kota
Seorang gadis desa menawan sang hati
Melakar khayalan diperbatasan sawah

Angin yang berpuput lembut
Menenangkan suasana resah gelisah
Bila ku tahu hati ini sudah terpaut
Bisikan hati melakar madah.



Sunday, 12 October 2014

Pengamen suci



Pengamen suci
Menyanyi 
Bersyair
Menari
Tapi sedihnya...
Mereka tidak dipandang
Tidak dihormati
Tidak dikasihi
Mereka enggan meminta
Tapi mereka sering berusaha.