Tuesday, 11 August 2015

LAKARAN HIDUP DI KOTA



Ini kisah sedih seorang anak muda
Yang hidupnya tenggelam bersama ibu kota
Lupa akan tujuanya
Segala janji tiada lagi di kota.

Tibanya di kota ini untuk meraih kejayaan
Namun kejayaan itu tiada berkesudahan
Dalam diam ia memamah kehidupan
Hingga harta dan pangkat menjadi pujaan.

Siangnya digerumuni oleh manusia
Malamnya diselimuti oleh sinaran cahaya
Tiada lagi masa untuk menyembah yang Esa
Tiada pula ia menyesalinya.

Hidupnya yang dahulu hina dina
Kini berubah menjadi kaya raya
Tapi sayang ia sudah lupa
Bezanya permata dan kaca.

Hingga datang suatu hari
Semua kekayaan itu pergi
Tinggalah anak muda itu sendiri
Tanpa harta dan harga diri.

Kini sudah tiada lagi tempat untuk di tuju
Hanya berlegar dicelah-celah kaki ibu kota
Merayau meminta belas kasihan
Umpama seorang hamba yang tiada bertuan.

Hidup di kota tak seindah bicara
Kalau terang belum tentu cahaya
Kalau kelam belum tentu gelap gulita
Hakikat hidup belum tentu seindah lakaran yang tercipta. 

Monday, 10 August 2015

KISAH DI TAMAN PERANGINAN TASIK LAMA




Perjalanan petang tadi
Telah menabur bayangan hidup kita
Teliga yang kecil ini
Menjadi saksi atas songehan yang bercelaru di dalam minda.

Meraka datang ke sini
Membawa bekal untuk jadi luahan
Tanpa disedari
Masalah itu bukanlah seluas lautan.

Aku mendengar kisah tentang
Pangkat
Harta kekayaan
Kejayaan
Percintaan
Kekeluargan
Ragam perangai rakan sepejabat.

Sudah lumrah ia diperkatakan
Namun aku hanya menjadi pendengar bisu
Yang melihat dirinya sama seperti yang dikatakan
Tapi aku diam
Bukan kerana aku bisu
Tapi aku diam
Kerana aku tak ingin tahu.

Friday, 15 May 2015

Masa


Masa...
Ia besuara
Tapi tidak bermulut
Ia bertangan
Tapi tidak berkaki
Ia mendatar
Tapi tidak berbukit bukau
Ia kehadapan
Tapi tidak mundur
Ia menjadi saksi
Tapi tidak melihat
Ia ditunggu
Tapi tidak menunggu
Ia ibarat emas
Tapi tidak dihargai
Ia dikejar
Tapi akhirat ditinggal
Ia memanggil
Tapi tidak dipeduli
Ia dijanjihi
Tapi tidak ditepati
Ia dijadikan alasan
Tapi tidak dilaksanakan
Itulah lumrahnya masa

Thursday, 9 April 2015

Does it make you happy?


Does it make you happy
To be by your love ones
To be there for others
To pick up those who fell down
To simply be by your mother

Does it make you happy
When someone left you
When it is cold in a rainy night
When there are so many things to do
When the end of the tunnel's light is too bright

Does it make you happy
For a smile we donate
For any goodness we did
For those times we celebrate
For a memory that never fade

Does it make you happy
In terms of money
In terms of nature
In terms of joy
In terms of adventure

Does it make you happy
When people make you laugh
When people show that they care
When people learn to love
When people are equal and fair

What is it that makes you happy?

Wednesday, 8 April 2015

What is home


What is home
A place to unwind our consciousness
A place where judgement is laid to rest
A place to get away from your troubles
A place we consider the best.
What is home
Being together with our love ones
Being safe from the outside world
Being able to witness the rising of the sun
Being connected with our soul
What is home
It is where the heart is
It is where we forgive
It is where everything matters
It is where we forget
What is home to you?

Monday, 30 March 2015

Hikayat di bahtera Jumantara 3

Gelora ombak kini menjadi tenang
Langit pula membiru
Burung camar riang berterbangan
Berbulan-bulan terasa seakan menghilang
Saatnya bahteraku untuk berlabuh
Setalh sekian lama merentasi lautan.

Begitu banyak dugaan yang datang
Sehingga diriku tak terlena
Setiap saat aku bergadai
Demi mencari kehidupan yang tak terlarang
Bersama itu aku redha
Namun hakikatnya kekalutan ini masih belum terlerai.

Setakat ini masih belum aku temui
Sebuah pangkalan mahupun pulau
Yang nanti sudi menerima bahtera dan diriku
Keresahan ini masih belum dapat aku takluki
sampai bila aku pun tak tahu
Ku  berharap sahaja perlayaran ini bakal ada tempat untuk di tuju.

Monday, 19 January 2015

KEMBARA DALAM HUJAN



Hujan telah pun turun
Ia membasahi setiap penjuru bumi
Tiada yang terselindung daripadanya
Kecuali seorang kembara jalanan
Bersamanya adalah catatan Rumi
Menceritakan riwayat ahli sufi yang sudah tiada.

Katanya semua yang dilihat ada akarnya
Meski rupa bentuk akan bertukar wajah
Namun isi hati di dalamnya tak akan pernah berubah

Pada hujan yang semakin kuat
Angin yang menjemput sang badai
Sejuknya menusuk ke dalam tulang menulang
Wahai kembara di bumi yang sarat
Genggam erat apa yang telah kau semai
Pada pangkalnya tiada yang bernasib malang.

Katanya kerana cinta segalanya akan ada
Dan kerana cinta
Apa yang tiada akan tersedia ada

Percayalah wahai kembara
Kifarahmu itu hanyalah cobaan
Padanya ada kemuliaan
Maka cintailah semuanya pada setiap saat yang ada
Ketepikan nafsu dunia yang tak bertuhan
Kecapilah tujuanmu untuk mencari keteguhan iman.

Monday, 8 December 2014

KISAH SEEKOR BURUNG



Seekor burung kehilangan teman
Di suatu tempat bersama pilu
Dengan setia ia menanti
Walau embun semakin mendingin
Seandainya ia tahu
Bagaimana waktu dapat di ganti

Dalam perjalan yang tidak pasti
Ia merasa kehilangan
Ia berhenti mendendangan siulan merdu
Kini ia terbang sendiri
Setiap pagi hanya terdengar siulan penuh kesedihan
Ia berselindung di antara rapuhnya kayu.

Hari ini ia datang
Tapi bersama teman baharu
Bermain dan berseloka bersama
Alangnya indahnya hidup kita siang dan malam
Walaupun sedih datang bertalu

Akhirnya akan membawa makna.

Sunday, 7 December 2014

ATLANTIS


Di manakah hilangnya Atlantis?
Setiap manusia mencarimu
Wahai pulau legendaris
Manakah terpahatnya riwayatmu?

Adakah engkau berselindung disebalik menara Herakal?
Ataupun engkau hilang dimamah waktu?
Hingga kini menjadi persoalan
Sejarahmu kekal terpahat menjadi debu.

Tuesday, 25 November 2014

TERPUKAU



Perjalanan di antara lereng bukit bukau
Yang mana denainya bertapak sumur yang mengalir dengan tenang
membuat diriku terpukau.

Burung-burung kecil
Saling berterbangan
Sepertinya sedang mengiringi perjalanan ini.

Kaki langit terbentang indah
Serupa sebuah lukisan dan secantik warkah.

Apakah suasana sebegini akan dapat aku nikmati...
Pada esok hari?
Pada esok lusa?
Bahkan hingga ke petang nanti?

Semak samun yang berwarna hijau
Menyelimuti kuningnya tanah yang liat
Di atasnya hinggap seekor pipit
Sedang menanti pasanganya tanpa risau.

Jauh dari pemandangan ini
Dapat aku lihat puncak bukit
Sepertinya sedang berlumba mencapai perut awan nan putih
Sesungguhnya inilah erti harmoni

Mentari pula sebaliknya
Memancar sinar harapan
Menabur kesuburan pada wajah kita yang berduka.

Tanyalah pada diri sendiri
Siapakah pencipta kesemua keindahan ini
Biarlah mata hati menjadi saksi
Hatta bukan pula mata yang melekat pada lambaian duniawi.

Friday, 21 November 2014

ANAK BOSNIA

Kasihan dia
Anak Bosnia
Mejalani hidup bersendirian
Di celah-celah bangkai bangunan.

Tiada redup simpati untuk berteduh
Kerana keluarganya sudah tiada
Siang dan malam berulamkan hati yang sedih
Dia memilih untuk lebih cekal dan terus berusaha.

Hebatnya dia
Anak Bosnia
Kini sudah menjadi seorang syahid
Semoga di tempatkan bersama-sama mereka yang bertauhid. 

Monday, 13 October 2014

Gadis desa



Di bawah terik mentari
Di sebuah sawah nan indah
Jauh dari riuhnya ibu kota
Seorang gadis desa menawan sang hati
Melakar khayalan diperbatasan sawah

Angin yang berpuput lembut
Menenangkan suasana resah gelisah
Bila ku tahu hati ini sudah terpaut
Bisikan hati melakar madah.



Sunday, 12 October 2014

Pengamen suci



Pengamen suci
Menyanyi 
Bersyair
Menari
Tapi sedihnya...
Mereka tidak dipandang
Tidak dihormati
Tidak dikasihi
Mereka enggan meminta
Tapi mereka sering berusaha.

Friday, 3 October 2014

The hunt for redemption: A John Marston story

Where he goes
The winds blows
Into the sunset
He rides

Through the valley
Where thousand man sail the sea
And the lands are dusty
Hunting for redemption through glory





Thursday, 25 September 2014

Hikayat di bahtera Jumantara 2

Angin utara kini meniup ke arah selatan
Membawa bahtera jauh dari destinasi
Dalam perlayaran yang menguji kesabaran
Di sini aku melakar puisi.

Lautan yang dahulunya aku puja
Kini gundah bergelora
Sinaran bulan yang dahulunya menjadi arah tujuan
kini sudah menghilang tanpa bayangan.

Hari demi hari
Lautan kian menganas
Menampar bahtera tanpa henti.

Kini semuanya diperjudikan
Segala usaha telah aku lakukan
Doa dan ikhtiar jua aku berpaut
Demi Tuhan
Aku mohon redakanlah ombak yang kian menganas ini.


Sunday, 31 August 2014

KATAK DI PINGGIR

Katak di pinggir
Berehat disiang hari
Menanti rezeki
Berdiam diri

iada usahanya
Hanya tahu menanti
Walau sihat upaya
Kekal menyendiri

Hidup jangan terlompat-lompat
Nanti akan jatuh ke gaung
Lalui hidup walau ianya lambat
laluilah dengan senyum dan riang

Monday, 7 July 2014

MALU UNTUK MEMINTA

Adakalanya aku malu untuk berdoa
Bukan aku tak mampu
Bukan pula aku menipu
Tapi aku dilumuri dosa

Kita memohon pada-Nya
Tapi jarang memenuhi suruhan-Nya
Wajarkah kita meminta berlebihan
Di manakah letak malu terhadap-Nya
Jantung dan nadi yang berdegup
Umpama ungun yang bila-bila akan terpadam
Bila ia berhenti berdegup
Tiadalah erti doa insan
Kita hadir di bumi ini
Tiada harta mahupun senjata
Namun Allah maha kaya maha mengetahui
Kita dibekali doa sebagai senjata
Ketuklah dada ini
Tanya adakah aku layak pada syurga-Mu
Atau mampukah menahan seksa neraka nanti
Jawabnya ada pada diri sendiri

Friday, 4 July 2014

MENCARI KASIH DAN RINDU



Seorang ibu berkelana jauh bersama anaknya
Kampung halaman ditinggalkannya
Hanya berbekal doa dan harapan
Agar bertemu sang suami yang jauh dari pandangan.

Terasa hangat mentari memancar
Dahi pula dibasahi peluh yang mengalir
Dahaga lapar dikemudiani
Demi rasa ingin bertemu suami.

Didalam kekalutan ibu kota yang tak menentu
Mereka bagai hilang arah dan hilang tempat di tuju
Di mana sang suami berada
Tak siapa pun yang tahu mengenainya.

Sang suami menghilang tanpa khabar berita
Meninggalkan duka dan derita
Ke mana perginya?
Di mana tujuannya?
Hanya ketentuan Illahi sahaja yang dapat menyatukan mereka.

Sunday, 22 June 2014

Sekuntum Bunga

Assalamualaikum...

Kenapa tiada lagi sorotan puisi di dalam blog ini? Sebenarnya bukanlah saya malas ataupun tidak ada ilham tetapi ada masanya kita berhenti sejenak sambil mengumpulkan ilham yang ada dan merenung akan dunia yang kita lalui sekarang. Tiada memuatnaikan sebarang puisi bukan bererti sudah tiada berminat tetapi sebaliknya mencari dan belajar tentang kehidupan seharian. Insha Allah jika semua sudah terkumpul nanti akan saya curahkanya di dalam blog ini. Sekuntum bunga ada masanya luruh, ada masanya tidur, dan apabila ia kembali, ia akan kembali dengan penuh kecantikan.
Wassalam