
Di tengah-tengah ibu kota
Aku mencari maksud sejati
Membawa sekerat ilmu di dada
Akhirnya menjadi kuli.
Peluh gugur di wajah bumi
Rebah aku hanya sedetik
Terkenangkan anak dan isteri
Bermain dimata setiap detik.
Laungan burung besi
Menyentak langkah ku yang terhenti
Bagai ada badai yang melintasi
Aku pun tidak peduli.
Aku meniti di atas kota yang pesat
Melihat kerdilnya hidup kita
Mencari rezeki diantara bumi dan langit
Memperjudikan tulang empat kerat.
Akulah pahlawan kota.
No comments:
Post a Comment