
Ku jejaki erti hidup
Ku redahi hutan batu
Ku selami lautan manusia
Tapi aku masih terperangkap di bumi yang asing.
Ditelan mati emak
Dibuang mati ayah
Waktu semakin sesak
Hari sepantas kilat berlalu tanpa disedari.
Perantau ini
Yang datang dari seberang Perantau ini
Yang dirindui oleh anak dan isteri tersayang
Perantau ini
Belum bisa pulang kepangkuan.
Ku ingin bersua dengan wajah nan ceria
Dikala takbir bergema
Tapi apa daya diri
Ku hanya melihat senyuman dan tawa diambang pintu kemenangan
Ku usap air mata
Ku kuatkan semangat yang ada
Ku renung gambar insan nun jauh di sana
Ku berdoa agar mereka selamat lagi sejahtera.
Ku berjanji
Suatu saat nanti
Diriku akan pulang ke desa
Mencium anak dan isteri
Menjejak kaki diatas bumi tumpahnya darahku.





