Monday, 3 June 2013

SERULING DARI JAWA

Dia seorang pemain seruling
Di siang hari mencari pedoman
Di malam hari mendendangkan nada
Kembaranya menuju gersang
Terhenti di persimpangan
Terpana melihat sinaran kota.

Dari desa dia merantau
Berbekalkan seruling waris dari Jawa
Ingin berhijrah mencari hidup yang lebih sempurna
Di kota yang indah lagi memukau
Setiap sudut mengundang seribu kehendak
Kalau hati goyah sudah pasti akan jatuh ke lembahnya.

Musim berlalu tanpa khabar berita
Anak dan isterinya menangih rindu
Setiap senja mengundang air mata
Siulan suling masih bergema di kota
Melenakan hati yang pilu
Saban hari suilan itu akan pergi.

15 September
Dia pulang membawa nama
Seruling dari Jawa dihunus ke dalam sarungnya
Mencarilah ia anak dan isterinya
Namun sayangnya
Mereka pergi mencarinya di ibu kota
Dengan harapan dapat mengobati hati yang rindu.

Dia seorang pemian seruling
Kini Menanti kepulangan anak dan isteri
Setiap malam suilan rindu pasti bergema
Namun sayangnya
Anak dan isterinya tiada di sisi
Tinggallah Si pemain seruling keseorangan hingga ke tua
Mendendangkan nada nan rindu dan sayu.

No comments:

Post a Comment