bumi kenyalang nyanyian sang puteri,
Meneraju hidup bukan sekali,
aku yang masih terpaku dalam keresahan nan sepi,
dimanakah hala tuju jalan yang ku lalui ini,
walau bumi yang ku pijak,
terasa bagai tiada yang mutlak,
hati ku kini kian sebak,
tiada lagi cinta untuk dipeluk.
Hidupnya dibelenggu batas,
Impian terus bernafas,
Langkahmu semankin pantas,
Meninggalkan cinta yang indah dan ikhlas.
Ke manakah tiupan bayu akan membawa ku,
Melayang bersama waktu,
Melupai segala yang indah satu ketika dulu,
Melakar lembaran yang baru.
Akan aku layar bahtera ini,
Jauh ke samudera yang pasti,
Membuktikan apa yang telah ku janjihi,
Hari itu akan tiba dan aku akan kembali.
No comments:
Post a Comment