Sunday, 7 December 2014

ATLANTIS


Di manakah hilangnya Atlantis?
Setiap manusia mencarimu
Wahai pulau legendaris
Manakah terpahatnya riwayatmu?

Adakah engkau berselindung disebalik menara Herakal?
Ataupun engkau hilang dimamah waktu?
Hingga kini menjadi persoalan
Sejarahmu kekal terpahat menjadi debu.

Tuesday, 25 November 2014

TERPUKAU



Perjalanan di antara lereng bukit bukau
Yang mana denainya bertapak sumur yang mengalir dengan tenang
membuat diriku terpukau.

Burung-burung kecil
Saling berterbangan
Sepertinya sedang mengiringi perjalanan ini.

Kaki langit terbentang indah
Serupa sebuah lukisan dan secantik warkah.

Apakah suasana sebegini akan dapat aku nikmati...
Pada esok hari?
Pada esok lusa?
Bahkan hingga ke petang nanti?

Semak samun yang berwarna hijau
Menyelimuti kuningnya tanah yang liat
Di atasnya hinggap seekor pipit
Sedang menanti pasanganya tanpa risau.

Jauh dari pemandangan ini
Dapat aku lihat puncak bukit
Sepertinya sedang berlumba mencapai perut awan nan putih
Sesungguhnya inilah erti harmoni

Mentari pula sebaliknya
Memancar sinar harapan
Menabur kesuburan pada wajah kita yang berduka.

Tanyalah pada diri sendiri
Siapakah pencipta kesemua keindahan ini
Biarlah mata hati menjadi saksi
Hatta bukan pula mata yang melekat pada lambaian duniawi.

Friday, 21 November 2014

ANAK BOSNIA

Kasihan dia
Anak Bosnia
Mejalani hidup bersendirian
Di celah-celah bangkai bangunan.

Tiada redup simpati untuk berteduh
Kerana keluarganya sudah tiada
Siang dan malam berulamkan hati yang sedih
Dia memilih untuk lebih cekal dan terus berusaha.

Hebatnya dia
Anak Bosnia
Kini sudah menjadi seorang syahid
Semoga di tempatkan bersama-sama mereka yang bertauhid. 

Monday, 13 October 2014

Gadis desa



Di bawah terik mentari
Di sebuah sawah nan indah
Jauh dari riuhnya ibu kota
Seorang gadis desa menawan sang hati
Melakar khayalan diperbatasan sawah

Angin yang berpuput lembut
Menenangkan suasana resah gelisah
Bila ku tahu hati ini sudah terpaut
Bisikan hati melakar madah.



Sunday, 12 October 2014

Pengamen suci



Pengamen suci
Menyanyi 
Bersyair
Menari
Tapi sedihnya...
Mereka tidak dipandang
Tidak dihormati
Tidak dikasihi
Mereka enggan meminta
Tapi mereka sering berusaha.

Friday, 3 October 2014

The hunt for redemption: A John Marston story

Where he goes
The winds blows
Into the sunset
He rides

Through the valley
Where thousand man sail the sea
And the lands are dusty
Hunting for redemption through glory





Thursday, 25 September 2014

Hikayat di bahtera Jumantara 2

Angin utara kini meniup ke arah selatan
Membawa bahtera jauh dari destinasi
Dalam perlayaran yang menguji kesabaran
Di sini aku melakar puisi.

Lautan yang dahulunya aku puja
Kini gundah bergelora
Sinaran bulan yang dahulunya menjadi arah tujuan
kini sudah menghilang tanpa bayangan.

Hari demi hari
Lautan kian menganas
Menampar bahtera tanpa henti.

Kini semuanya diperjudikan
Segala usaha telah aku lakukan
Doa dan ikhtiar jua aku berpaut
Demi Tuhan
Aku mohon redakanlah ombak yang kian menganas ini.