Friday, 4 November 2011

Diari seorang pelayan


Aku pernah mencuci pingan mangkuk
Aku pernah melayan para tetamu yang masuk
Tapi siapa yang tahu hatiku yang sebak

Dari meja ke meja
Aku melayan dengan mesra
Dengan senyum tak terkata

Tapi ada kalanya aku dipersendakan
Dilekehkan
Jadi bahan gurauan

Aku diam dan senyum
Menahan dugaan
Yang datangnya tanpa undangan

Biar aku seorang pelayan
Tapi kerjaku halal
Bukan cara syaitan

Dari pagi hingga ke dini hari
Banyak yang dipelajari
Inilah erti nilai yang sebenarnya aku cari

Tuesday, 1 November 2011

Teluk Bidara


Teluk Bidara
Pasir mu nan putih
Deru ombak memecah pantai

Teluk Bidara
Ku berlari-lari
Angin sepoi menampar muka
Di teluk Bidara

Di sana nanti
Kan ku catit sejarah
Di mana aku
Kan bermadu cinta

Ku genggam tangan mu
Ku kucup di kening mu
Ku belai rambut mu yang selembut salju

Teluk Bidara
Yang menjadi saksi
Kau dan aku mengukir janji
Oh teluk Bidara

"Lirik lagu dari kumpulan Kopratasa berjudul Teluk Bidara"

Monday, 31 October 2011

Voice of a patriot




Are we allowed to critisize our goverment? its a logical point of view that you will get what you pay for. The cheaper the cost ; the less efficient its outcome. Vice versa. in lieu of current conflict. To whom we really fear? The goverment or God? hence its much better to keep our mouth shut and just flow along the abided law. Uncertainty only give birt to rebellious children and that is not we want.

If a constition once mean something so what does it make now? people tend to talk more about a leader's action. whether it is a good or a bad decision, because in truth,they are always other party that will disagree with the making of a certain constitution. Even if justice is involve, dont we already know that justice can also be bought? When we look at other foreign nation's suffering, ought we not think such incident happening at our own backyard. In the end, we point our finger at our leader where as we forget that there are 3 fingers pointing back at us. Now lets talk about religion and terror. I am a muslim and I do understand what our brothers and sisters are facing but I no longer understand what the so called 'jihad' is all about now. I dont see the purity of jihad because THEY are only driven by revenge and uses jihad as an excuse to exterminate other life and only adding insult to injury (after the 9/11 incident). this behavior gave ISLAM a bad name. Other religion would see that Islam is a religion of terror. In fact these are carried out by irresponsible group calling themselves fighting in the road of Allah. What is the meaning of such word if countless inocent life is taken? There is a place for jihad but not here.

Sunday, 30 October 2011

All the time I have


Deep within the sunset

I give all the time I have
To be by yourside

You are the one
Whom I love
Whom I cherish

Without you
How can I show
How can I live
How can I love
How can I smile

I give all the time I have
To hold you in my arms
Waking up in the morning sun
For the rest of my life
Whispering in your ear
'I Love You'

Saturday, 29 October 2011

Kalau hidup


Kalau jadi manusia
Jangan hidup dengan hati yang kering
Kalau jadi haiwan belantara
Jangan ikut perangai manusia

Hidup berputar
Umpama roda
Ada tawar
Tiada berasa

Kalau hidup
Buatlah cara hidup
Jangan siakan
Walau setiap langkah mengundang beban

Jangan tayangkan belang
Kalau tiada untung
Jangan pula senyum senang
Kalau diri masih berhutang

Hidup biar rukun
Hormati sesama sendiri
Lain kulit lain pegangan
Nanti bila kita pergi
Setiap insan membawa amalan

Sunday, 23 October 2011

Cinta mati


Cinta mati
Jangan biar ia membakar diri
Hidup sehati
Biar sampai ke hujung nanti.

Berbelah kata
Bukan jalan kita
Berfikir dengan nyata
Hidup bahagia bersama.

Cinta mati
Jangan hadir di sini
Pegilah jauh dari sanubari
Bawa kesetiaan kembali.

Kubur rasa benci
Menyirami bunga dihati
Biar cinta bersemi
Bagai intan sejoli.

Cinta mati
Jangan biar ia memamah diri
Mengundang sepi
Dibalik janji tak bertepi.

Terbang bersama bayu
Dukung janji setiamu
Mengharungi lautan biru
Ke langit luas ke bumi retak seribu.

Cinta mati
Biar ia pergi
Membawa rasa bersama pilu dihati
Di pusara nanti ia bersemadi.

Saturday, 22 October 2011

Musafir dari seberang


Engkau menjejak kaki di bumi asing
Dengan seraga harapan
Mencari rezeki bersama bayang
Menumpang simpati pada insan.

Di desa
Tanahmu digadai
Untuk bekal bertaruh nasib
Sekembalimu nanti
Hidup akan membawa makna.

Wajah suci anak isterimu
Bagai bara yang menyala
Dalam syahdu
Membingkai air mata.

Perjalananmu siapa yang mengerti
Ke mana hendak di tuju
Di mana ia akan terhenti
Mengorak langkah bersama detik yang berlalu.

Engkau dipeluk sepi
Mengenang nasib yang ada
Di rantauan engkau sendiri
Berselimutkan duka.

Rezeki akan hadir
Bila engkau berusaha
Inilah takdir
Dugaan dari Tuhan yang maha esa.

Sabarlah wahai musafir
Ribut pasti berlalu
Usah engkau gusar
Kerana Tuhan sentiasa melindungimu.